Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Dan Respon Masyarakat Tentang Ceramah Agama Bernuansa Politik Di Rumah Ibadah: Studi Kasus Masjid Al Mubiin Di Desa Bandar Khalipah Thorieq Al Abdu; Dahlia Lubis
Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Staatsrecht Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam (Issue in Progress)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/

Abstract

Ceramah agama di rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai spiritual, tetapi juga sering memuat wacana sosial dan politik yang memengaruhi persepsi masyarakat. Fenomena ini menimbulkan beragam respon di tengah jamaah, terutama terkait batas antara dakwah keagamaan dan kepentingan politik praktis. Dalam penelitian ini, ceramah agama bernuansa politik dimaknai sebagai ceramah keagamaan yang mengaitkan ajaran Islam dengan isu kepemimpinan, kehidupan bernegara, kebijakan publik, dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan responĀ  masyarakat terhadap ceramah agama bernuansa politik di Masjid Al Mubiin, Desa Bandar Khalipah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang beragam terhadap ceramah agama bernuansa politik. Sebagian jamaah menilai bahwa penyampaian isu politik dalam ceramah diperlukan sebagai bentuk edukasi moral dan sosial umat, terutama terkait keadilan, kepemimpinan, dan kemaslahatan masyarakat. Namun, sebagian lainnya menilai bahwa ceramah bernuansa politik berpotensi memunculkan perbedaan pandangan, polarisasi jamaah, serta mengurangi fungsi utama masjid sebagai pusat ibadah dan pemersatu umat. Respons masyarakat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, tingkat pemahaman agama, afiliasi sosial, serta cara penceramah menyampaikan materi ceramah. Penelitian ini menegaskan pentingnya penyampaian dakwah yang moderat, edukatif, dan tidak provokatif guna menjaga harmonisasi sosial dan fungsi masjid sebagai ruang spiritual masyarakat.