Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Budaya Kerja yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan di Perguruan Tinggi: Studi Kasus Pada Perguruan Tinggi Swasta di Tangerang Selatan, Indonesia Linda Theresia; Annuridya R. P. O; Edward S. P.; Afina P.; Sarita Premana
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i8.2877

Abstract

aya kerja merupakan salah satu faktor strategis yang menentukan keberhasilan organisasi, termasuk pada institusi pendidikan tinggi yang menghadapi tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Perguruan tinggi swasta (PTS) memiliki tantangan khusus dalam membangun lingkungan kerja yang mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor-faktor budaya kerja yang meliputi budaya penghargaan dan kompensasi, budaya pelatihan dan pengembangan, budaya kepemimpinan, serta budaya manajemen konflik terhadap kinerja karyawan pada perguruan tinggi swasta di Tangerang Selatan, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert kepada 64 responden yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kepemimpinan dan budaya manajemen konflik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Budaya manajemen konflik menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja karyawan, sedangkan budaya penghargaan dan kompensasi serta pelatihan dan pengembangan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penciptaan lingkungan kerja yang kondusif melalui kepemimpinan yang efektif, komunikasi yang baik, serta mekanisme penyelesaian konflik yang jelas menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja karyawan PTS. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelola perguruan tinggi untuk memperkuat budaya organisasi sebagai strategi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan institusi.
Policy Analysis of Coastal Slum Arrangements: Tree and Grid Analysis Approach in Tanjung Anom Village, Tangerang Regency Soma Atmaja; Erwin Mawandy; Ismail Hasan; Selfy Andreany; Youma Youma; Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva; Gustita Arnawati Putri; Susiana Dewi Ratih; Sarita Premana
International Journal Business, Management and Innovation Review Vol. 3 No. 3 (2026): International Journal Business, Management and Innovation Review
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijbmir.v3i3.223

Abstract

Coastal slums are a manifestation of the inequality between population growth and the provision of infrastructure. This study aims to formulate an alternative policy for slum management in Tanjung Anom Village, Tangerang Regency, which faces a complex set of problems ranging from non-legal land status and disaster vulnerability to the social structure of fishermen who depend on the patron-client system. This study uses a qualitative policy analysis method with two main instruments: Tree Analysis to map the causality of problems, and Grid Analysis to evaluate policy alternatives based on five criteria (effectiveness, sustainability, social impact, ease of implementation, and cost efficiency). The results of the Tree Analysis identified that the quality of uninhabitable settlements is a core problem triggered by five structural root problems. Furthermore, Grid Analysis showed that the Integrated Structuring Option (score 480) was significantly superior to the Physical Infrastructure Option (score 340) and the Community Empowerment Option (score 380). This article recommends adopting the Integrated Structuring Option through a phased implementation roadmap (short-, medium-, and long-term) that integrates physical improvements, socio-economic empowerment, and creative financing.