Kinerja pasar modal umumnya dilihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai barometer pasar modal karena mencerminkan pergerakan harga saham. Sedangkan pada saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menjadi benchmark atau tolak ukur kinerja saham syariah di Indonesia. Selama lima tahun terakhir, dari tahun 2021-2025 terjadinya fluktuasi indeks saham JII hingga mencerminkan penurunan mencapai 36,88%. Investor melakukan investasi atas dasar pertimbangan risiko dan return sehingga membuat trade off antara keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi domestik dan global terhadap return JII di pasar modal Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang selama periode 2015-2025. Metodologi penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, menggunakan data sekunder dalam bentuk runtun waktu (time series) dengan mengaplikasikan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh positif dalam jangka pendek dan jangka panjang terhadap return JII. Cadangan devisa dan harga emas dunia memiliki pengaruh signifikan dalam jangka panjang dan tidak berpengaruh dalam jangka pendek terhadap return JII. Sementara kurs dan harga minyak dunia berpengaruh signifikan dalam jangka pendek dan tidak berpengaruh pada jangka panjang. Untuk variabel BI rate tidak memiliki pengaruh pada jangka panjang maupun jangka pendek terhadap return JII. Saran pada penelitian selanjutnya agar menambahkan variabel seperti federal fund rate, pertumbuhan ekonomi, faktor internal pasar saham. Untuk model analisis disarankan menggunakan model ekonometrika yang lebih kompleks seperti analisis yang dapat menangkap hubungan yang bersifat asimetris maupun dinamis, seperti model NARDL, Quantile Regression, atau TVP-VAR.