Kecemasan merupakan salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami individu dewasa awal, terutama ketika menghadapi tekanan kehidupan yang berkaitan dengan kondisi keluarga, kesehatan anggota keluarga, dan tuntutan ekonomi. Apabila tidak ditangani secara tepat, kecemasan dapat memengaruhi fungsi kognitif, emosional, maupun perilaku individu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan teknik cognitive restructuring yang dipadukan dengan teknik deep breathing dalam membantu mengurangi kecemasan menghadapi masa depan pada seorang klien wanita dewasa awal. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan yang memperoleh layanan psikologi di Poli Psikologi Rumah Sakit X Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21), Standard Progressive Matrices (SPM), serta tes grafis yang meliputi BAUM, Draw A Person (DAP), House-Tree-Person (HTP). Intervensi dilaksanakan selama lima sesi dengan mengombinasikan teknik deep breathing sebagai strategi regulasi fisiologis dan cognitive restructuring untuk mengidentifikasi serta memodifikasi pikiran otomatis negatif yang mendasari kecemasan menghadapi masa depan. Hasil intervensi menunjukkan adanya perubahan dalam cara klien memaknai masa depan yang dihadapinya. Klien mulai mampu mengenali pikiran otomatis negatif, mengembangkan interpretasi yang lebih realistis terhadap masa depan, mengurangi intensitas overthinking, serta menunjukkan perbaikan dalam kemampuan mengelola emosi dan kualitas tidur. Hasil evaluasi juga menunjukkan kecenderungan penurunan skor kecemasan berdasarkan DASS-21. Secara keseluruhan, penerapan teknik cognitive restructuring yang dipadukan dengan deep breathing berpotensi membantu mengurangi kecemasan menghadapi masa depan, yang ditunjukkan melalui perubahan cara klien memandang masa depan secara lebih realistis, berkurangnya intensitas overthinking, serta meningkatnya kemampuan mengelola emosi.