Appendisitis merupakan peradangan pada apendiks yang menjadi salah satu kasus kegawatdaruratan bedah yang paling sering ditemukan. Secara global, appendisitis diperkirakan terjadi pada sekitar 179 juta populasi dunia selama masa hidupnya dan menjadi salah satu penyebab tersering tindakan pembedahan abdomen emergensi. Tindakan appendektomi merupakan terapi utama pada appendisitis, namun pasien pasca operasi berisiko mengalami nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan risiko infeksi sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain kualitatif dengan desain deskriptif pada pasien post operasi appendisitis yang dirawat di Rumah Sakit Tentara TK IV 01.07.01 Pematangsiantar. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Berdasarkan hasil pengkajian ditemukan masalah keperawatan berupa nyeri akut, intoleransi aktivitas, dan gangguan integritas kulit. Pasien mengeluhkan nyeri pada luka operasi dengan skala nyeri 8 dari 10 berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi manajemen nyeri, dukungan mobilisasi dini, pemantauan tanda-tanda infeksi, perawatan luka operasi, serta edukasi kepada pasien. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama tiga hari, intensitas nyeri menurun menjadi skala 2 dari 10, kemampuan mobilisasi meningkat, dan kondisi luka operasi dalam keadaan bersih, kering, serta tidak ditemukan tanda infeksi.