This Author published in this journals
All Journal Indo Green Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Layanan Psikologi Profesi Psikologi Umum Latar Pendidikan Kasus Lambat Belajar pada Siswa SMP Negeri Surabaya Elisa Retno Nugrahani; Hikmah Husniyah Farhanindya; Rakhma Wizati Puteri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi lambat belajar (slow learner) pada seorang siswa SMP Negeri Surabaya berdasarkan hasil asesmen psikologis serta intervensi yang diberikan dalam layanan psikologi pendidikan. Permasalahan diawali dari keluhan guru yang menyampaikan bahwa subjek membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan teman sebayanya dalam memahami materi pelajaran, mengalami kesulitan menyelesaikan tugas secara mandiri, sering memperoleh nilai di bawah rata-rata, serta menunjukkan kecenderungan menyontek jawaban teman ketika menghadapi tugas yang dianggap sulit. Berdasarkan informasi dari guru Bimbingan dan Konseling (BK), subjek memiliki hasil pemeriksaan psikologis sebelumnya dengan IQ sebesar 86 yang termasuk dalam kategori slow learner. Selain itu, guru BK pernah merekomendasikan agar subjek mengikuti pembelajaran di ruang pintar sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan belajarnya, namun rekomendasi tersebut tidak disetujui oleh subjek maupun orang tua sehingga subjek tetap mengikuti pembelajaran di kelas reguler. Asesmen dilakukan menggunakan beberapa metode wawancara, observasi, serta psikotes. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa subjek memiliki Full Scale IQ sebesar 72 yang berada pada kategori borderline, Verbal IQ sebesar 80 pada kategori rata-rata bawah, Performance IQ sebesar 68, dan Original IQ sebesar 85 pada kategori rata-rata bawah. Subjek menunjukkan hambatan dalam memahami materi pembelajaran, terutama tugas yang menuntut penalaran abstrak, kecepatan berpikir, dan pemrosesan informasi yang kompleks. Selain itu, hasil tes proyektif menunjukkan bahwa subjek memiliki kecenderungan sensitif, mudah cemas, kurang percaya diri, serta membutuhkan dukungan emosional dari lingkungan. Intervensi diberikan menggunakan metode remedial teaching melalui pengulangan materi, latihan bertahap, pemberian umpan balik, pendampingan belajar, dan penguatan positif. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman subjek terhadap materi matematika, meningkatnya keberanian dalam mengerjakan tugas, serta meningkatnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya pendampingan belajar di rumah. Meskipun demikian, subjek masih membutuhkan pendampingan belajar secara berkelanjutan agar kemampuan akademik dan kemandirian belajar dapat berkembang secara lebih optimal.