Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2026 Apriani Tumonglo; Harleli Harleli; Riski Eka Sakti Octaviani Kohali
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 03 (2026): JULI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari ibu maupun anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain case control. Sampel berjumlah 72 balita yang terdiri atas 36 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 36 balita tidak stunting sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan ibu (p=0,000), pemberian ASI eksklusif (p=0,000), pemberian MP-ASI (p=0,000), dan berat badan lahir (p=0,000) dengan kejadian stunting. Sementara itu, tingkat pendidikan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting (p=0,624). Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan Upaya peningkatan edukasi kepada ibu mengenai pencegahan Stunting, Pentingnya pemberian ASI Eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala guna menurunkan angka kejadian Stunting.