Hendry
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH VARIASI DIAMETER DAN KEDALAMAN TERHADAP KINERJA PONDASI JEMBATAN GUNUNG BENTANG PADALARANG Anna Dewi; Hendry; Irwan Nuryana Ferryana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 2, Mei 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i2.36784

Abstract

The geotechnical conditions in Padalarang are dominated by high-plasticity silt soil with low bearing capacity, posing a major challenge in bridge foundation design. This study evaluates the performance of bored pile foundations through axial capacity analysis, lateral capacity analysis, and group pile behavior based on variations in pile diameter and depth. Research methods include field geotechnical data collection, axial capacity calculations using the Reese, Wright, and Mayerhoff methods, lateral capacity analysis using LPile software, and group pile modeling using GroupPile software. Results indicate that increasing pile depth significantly improves axial capacity, lateral resistance, and group efficiency. Based on internal force and deflection criteria, the minimum safe configuration for the 50-meter Gunung Bentang Bridge is a 2×3 bored pile group with a diameter of 80 cm and depth of 7 meters. Group pile analysis confirms the presence of group effects influencing load distribution and reducing individual pile capacity. Overall, bored pile foundations with optimal dimensions provide sufficient stability under local soil conditions while meeting structural safety standards. These findings serve as a reference for designing bridge foundations in areas with comparable soil characteristics. Abstrak Kondisi geoteknik di Padalarang didominasi oleh tanah lanau karakteristik plastisitas tinggi dan daya dukung rendah menjadi permasalahan utama dalam perencanaan struktur jembatan. Oleh sebab itu, penentuan dimensi dan konfigurasi yang optimal menjadi faktor utama untuk menjamin keamanan struktur jembatan. Penelitian ini mengevaluasi kinerja pondasi tiang bor melalui analisis kapasitas aksial, kapasitas lateral, dan pengaruh kelompok tiang berdasarkan variasi diameter dan kedalaman pondasi. Metode penelitian meliputi pengumpulan data geoteknik lapangan, perhitungan kapasitas tiang tunggal menggunakan metode Reese, Wright, dan Mayerhoff, kapasitas lateral menggunakan program LPile, serta analisis kelompok tiang menggunakan program Group Pile. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kedalaman tiang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas aksial, lateral, dan efisiensi kelompok tiang. Berdasarkan hasil gaya dalam dan defleksi, konfigurasi minimum yang memenuhi persyaratan untuk mendukung Jembatan Gunung Bentang Padalarang sepanjang 50 meter adalah pondasi tiang bor 2×3 berdiameter 80 cm dengan kedalaman 7 meter. Pemodelan kelompok tiang juga mengonfirmasi adanya pengaruh efek grup yang memengaruhi distribusi beban dan kapasitas efektif pondasi. Secara keseluruhan, pondasi tiang bor dengan diameter dan kedalaman optimal mampu memberikan stabilitas yang memadai terhadap kondisi tanah setempat sekaligus memenuhi persyaratan keamanan struktur jembatan. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam desain pondasi jembatan serupa di wilayah dengan karakteristik tanah sejenis.