Arnild Augina Mekarisce
Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan TB Pada Anak Usia 6 Bulan - 14 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2023 – 2025 Aiza Artha Azalina; Rumita Ena Sari; Rizalia Wardiah; Helmi Suryani Nasution; Arnild Augina Mekarisce
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.159

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk pada anak-anak yang berisiko tinggi mengalami gangguan tumbuh kembang. Kota Jambi mencatatkan peningkatan kasus TB anak, terutama di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dan menganalisis apa saja yang menjadi penyebab TB pada anak. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain case-control menggunakan 60 sampel (30 kasus, 30 kontrol) yakni usia 6 bulan hingga 14 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR) dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian ditemukan hubungan signifikan antara kejadian TB anak dengan status gizi (OR=12.25), ASI eksklusif (OR=21.25), riwayat kontak (OR=34.00), pengetahuan orang tua (OR=28.00), status ekonomi (OR=17.50), kepadatan hunian (OR=10.00), dan ventilasi (OR=10.00). Tidak terdapat hubungan signifikan antara kejadian TB dengan usia, jenis kelamin, imunisasi BCG, dan riwayat merokok keluarga. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan, gizi, dan perilaku keluarga memiliki pengaruh kuat terhadap kejadian TB anak. Intervensi preventif perlu difokuskan pada perbaikan lingkungan hunian, edukasi orang tua, dan pemenuhan gizi anak.
Risiko Lingkungan Terhadap Kejadian Leptospirosis Pada Petani: Scoping Review Abi Harianto; Oka Lesmana; David Kusmawan; Arnild Augina Mekarisce; Ashar Nuzulul Putra
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.167

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang kerap menyerang petani akibat kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi Leptospira. Faktor lingkungan seperti kondisi fisik tempat tinggal dan iklim berperan penting dalam penularan, terutama di wilayah tropis dengan sanitasi buruk. Penelitian ini bertujuan menggambarkan risiko lingkungan terhadap kejadian leptospirosis pada petani melalui scoping review terhadap 9 artikel terbitan 2020–2024 berbahasa Indonesia dan Inggris. Artikel yang dipilih merupakan penelitian primer dengan desain observasional atau ekologi, sedangkan editorial dan artikel tanpa bahasan lingkungan dikeluarkan. Proses telaah meliputi pencarian literatur, penyaringan, ekstraksi data, dan sintesis naratif, serta penilaian kualitas menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist yang menunjukkan metodologi studi umumnya kuat. Hasil kajian mengungkap bahwa kepadatan hunian, sanitasi buruk, keberadaan tikus, vegetasi lebat, dataran rendah, dan banjir meningkatkan risiko leptospirosis. Faktor iklim seperti curah hujan tinggi, suhu hangat, dan kelembaban juga memperpanjang daya hidup bakteri. Selain itu, perilaku petani terkait kebersihan dan penggunaan APD turut memengaruhi kejadian penyakit. Kesimpulan: faktor lingkungan fisik dan iklim berpengaruh signifikan terhadap kejadian leptospirosis pada petani.