Ramadhan Tosepu
Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo, Kendari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Insomnia Pada Lansia di Indonesia: Literatur Review Sri Susanty; Ramadhan Tosepu; Shola Shobrina; Zurezki Yuana Yafie; Fauziah Ibrahim; Abdul Rafid
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.286

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan gangguan onset tidur dan atau ganguan pemeliharaan tidur. Dalam keadaan normal apabila seseorang lansia tidak dapat tidur yang cukup untuk menjaga kesehatan dapat memberikan efek seperti pelupa, kebingungan dan disorientasi. factor risiko yang berhubungan dengan kejadian insomnia pada lansia yaitu usia, jenis kelamin, kecemasan, dan gaya hidup stress, faktor lingkungan, merokok dan tingkat kecemasan. Adapun tujuan dari penulisan literatur review ini adalah untuk mengetahui factor-faktor risiko apa saja yang paling berpengaruh terhadap kejadian insomnia pada lansia di Indonesia. Metode penelitian bahwa dalam tinjauan literatur ini pengumpulan artikel atau jurnal relevan yang didapatkan pada database Google Scholar dan Pubmed. Yang dilakukan secara sistematis dengan mengikuti tahapan yang benar dengan menggunakan format Prisma serta menentukan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh 19 jurnal yang menjelaskan mengenai faktor resiko insomnia pada lansia di Indonesia. Faktor resiko mencakup usia, status menikah, lingkungan, gaya hidup, merokok, aktivitas fisik, penyakit fisik, hipertensi, kecemasan, depresi, dan stress. Kesimpulan penelitian bahwa faktor yang paling berpengaruh berdasarkan berbagai jurnal yang di review oleh penulis adalah kecemasan, depresi, gaya hidup sehingga diperlukan pendampingan lebih bagi lansia dengan gangguan tidur khusunya Insomnia.