Kornelis Urbanus Rumselly
Departemen Sanitasi, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Maluku, Ambon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kepadatan dan Identifikasi Jentik Aedes spp. Berdasarkan House Index, Container Index, dan Breteau Index sebagai Indikator Risiko Demam Berdarah Dengue di Kota Ambon Kornelis Urbanus Rumselly; Arfan Ohorella; Anastasya Nurue
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.308

Abstract

Surveilans entomologi melalui pengukuran House Index (HI), Container Index (CI), dan Breteau Index (BI) diperlukan untuk menggambarkan potensi risiko penularan dengue pada suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan dan identifikasi jentik Aedes spp. serta menghitung nilai HI, CI, dan BI di RT 030 RW 006 Desa Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan analisis bivariat. Sampel terdiri atas 20 rumah yang dipilih secara purposive dengan total 20 tempat penampungan air yang memenuhi kriteria observasi. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan langsung tempat penampungan air, pengambilan sampel larva, dan identifikasi morfologi menggunakan mikroskop. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 dari 20 rumah (50.0%) positif jentik dengan total 57 larva yang teridentifikasi, terdiri atas 46 larva (80.7%) Aedes aegypti dan 11 larva (19.3%) Aedes albopictus. Nilai HI, CI, dan BI masing-masing sebesar 50%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis tempat penampungan air dan keberadaan jentik (p=0.371). Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki kepadatan jentik yang relatif tinggi berdasarkan indikator entomologi dan didominasi oleh Aedes aegypti sebagai vektor utama dengue. Keberadaan jentik kemungkinan lebih dipengaruhi oleh pengelolaan tempat penampungan air dibandingkan jenis kontainer itu sendiri.