Alya Masitha
Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Literasi Digital Masyarakat untuk Identifikasi Informasi Kesehatan Valid di Puskesmas Kempas Jaya Dianda Rifaldi; Muhammad Rahmad; Galih Fanani; Alya Masitha; Mesy Yulandari; Tri Stiyo Famuji
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PEMAS) Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pemas.v3i2.133

Abstract

Akses internet yang semakin mudah mendorong masyarakat memanfaatkan media sosial dan aplikasi percakapan sebagai sumber informasi kesehatan, sekaligus meningkatkan risiko paparan informasi yang keliru, tidak lengkap, atau menyesatkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kempas Jaya dalam mencari, mengevaluasi, memverifikasi, dan memanfaatkan informasi kesehatan digital secara bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan pada 21 April 2026 dengan melibatkan 30 peserta melalui pendekatan Community-Based Research dan desain one-group pretest-posttest. Tahapan meliputi identifikasi kebutuhan, pretest, penyuluhan, demonstrasi pemeriksaan fakta, praktik pencarian informasi menggunakan mesin pencari, Google Fact Check Explorer, Google Lens, kecerdasan buatan secara kritis, serta situs resmi kesehatan, dilanjutkan dengan diskusi kasus, posttest, dan evaluasi. Instrumen divalidasi melalui expert judgment oleh dua ahli bidang Informatika dan Kesehatan Masyarakat. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan Wilcoxon signed-rank test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 52,30 menjadi 83,70, dengan selisih 31,40 poin atau peningkatan relatif 60,04%. Peserta berkategori baik meningkat dari 4 orang (13,3%) menjadi 23 orang (76,7%), dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,001). Tingkat kepuasan peserta mencapai 96,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi Informatika dan Kesehatan Masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengevaluasi informasi kesehatan digital. Keberlanjutan program perlu didukung melalui pendampingan berkala dan penyediaan modul digital.