Debu, asap, polusi udara, bahkan paparan sinar matahari merupakan contoh masalah yang timbul pada kulit, tidak hanya itu perangkat elektronik seperti telepon pintar atau leptop yang bereaksi terhadap kradikal bebas. Matahari merupakan penyebab utama dalam masalah kulit sehingga kulit memerlukan nutrisi serta membersihkan dengan teratur dengan sabun. Paparan radikal bebas dan stress oksidatif menyebabkan permasalahan pada kulit sehingga menimbulkan penuaan dini. Daun pucuk merah memiliki aktitivitas antioksidan yang tinggi dalam menangkal radikal bebas. Minyak zaitun mengandung lemak nabati yang baik untuk melembabkan kulit. Meningkatnya minat masyarakat menggunakan sabun dari bahan alami saat ini, mendorong dilakukannya studi pemanfaatan daun pucuk merah untuk dikembangkan dalam sediaan sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula optimal sabun cair ekstrak daun pucuk merah dengan basis minyak zaitun. Proses ekstraksi daun pucuk merah menggunakan metode maserasi. Formula sabun cair dibuat dengan empat formula yang terdiri F0 berisi bahan tambahan tanpa ekstrak daun pucuk merah; FI-III dengan variasi formula ekstrak daun pucuk merah 2,4, dan 8 gram. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Dari hasil penelitian seluruh formula sabun cair memenuhi persyaratan fisik yang mengacu SNI dan cukup stabil. Aktivitas antioksidan F0 memiliki IC50 167,95 µg/mL, FI 97,48 µg/mL, FII 75,87 µg/mL, dan FIII 49,63 µg/mL. Berdasarkan penelitian tersebut, ekstrak daun pucuk merah dapat diformulasikan dalam sediaan sabun cair dengan stabilitas fisik yang baik, serta aktivitas antioksidan terbaik pada formula III