Jihannuma Adibiah Nurdini
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunodjoyo Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Perbandingan Akumulasi Besi (Fe) oleh Beberapa Spesies Mangrove di Perairan Bangkalan, Selat Madura Jihannuma Adibiah Nurdini; Aginda Sahara; Wakhidatun Nafisyah Aljamilah
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.54309

Abstract

Mangrove mempunyai kemampuan sebagai biofilter alami yang dapat menyerap dan mengakumulasi logam berat melalui mekanisme fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akumulasi dan distribusi besi (Fe) pada beberapa jenis mangrove di Perairan Martajasah, Bangkalan, serta mengevaluasi potensi fitoremediasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan perbandingan antara spesies mangrove dengan integrasi sedimen, akar, daun menggunakan parameter biokonsentrasi (BCF) dan faktor translokasi (TF), yang masih terbatas untuk logam esensial seperti Fe di wilayah perairan Bangkalan. Konsentrasi Fe tertinggi ditemukan pada sedimen dari spesies Aegiceras cornilatum 17,32 mg/kg, diikuti oleh akar pada spesies Aegiceras cornilatum 14,81 mg/kg, dan daun pada spesies Rhizophora mucronata 5,64 mg/kg. Sonneratia alba, Xylocarpus moluccensis, dan Aegiceras corniculatum menunjukkan faktor biokonsentrasi tertinggi yaitu 0,86 mg/kg yang menandakan spesies tersebut kurang berpotensi dalam mengakumulasi logam berat Fe, sedangkan Rhizophora apiculata menunjukkan faktor translokasi tertinggi yaitu 0,50 mg/kg, yang menandakan spesies tersebut berpotensi kecil dalam memindahkan logam berat dari akar menuju daun. Interpretasi fitoremediasi dibatasi pada mekanisme akumulasi dan distribusi logam. Faktor lain seperti toleransi fisiologis, laju pertumbuhan, dan kondisi lingkungan belum dianalisis secara kuantitatif. Oleh karena itu, hasil ini merupakan informasi awal dan tidak merepresentasikan efektivitas fitoremediasi secara menyeluruh.