Ketangkasen Ekklesia Martina Tarigan
Sistem Informasi, Universitas Ma Chung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekayasa Perangkat Lunak Sistem Informasi Manajemen Resep pada Industri F&B Ketangkasen Ekklesia Martina Tarigan; Meme Susilowati
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung (Informatika & Sistem Informasi Bahasa dan Seni
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor industri, termasuk industri food and beverage (F&B). Pengelolaan bahan baku dan proses produksi merupakan faktor penting yang menentukan kualitas produk dan keberlanjutan usaha dalam industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Resep pada Industri F&B yang mampu mencatat dan memantau penggunaan bahan baku, bahan setengah jadi, hingga produk jadi secara terintegrasi. Sistem dikembangkan menggunakan metode Three Major Phases yang terdiri dari tahap analisis, desain, dan implementasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung terhadap proses operasional yang sebelumnya masih dilakukan secara manual, mencakup pencatatan stok, alur produksi bertingkat, dan pelaporan persediaan. Sistem yang dihasilkan berbasis web dengan empat peran pengguna, yaitu Admin, Owner, Purchasing, dan Staff Operasional. Fitur utama meliputi pengelolaan master data resep, bahan baku, dan menu; pencatatan transaksi rencana pembelian, penerimaan bahan, permintaan bahan, dan produksi dua tahap; serta fitur pendukung berupa pencatatan waste, stok opname, impor menu terjual, kartu stok, dan laporan penggunaan bahan per periode. Sistem memungkinkan pengurangan stok bahan baku secara otomatis berdasarkan takaran resep setiap kali produksi dilakukan atau menu terjual dicatat. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem berhasil mengintegrasikan seluruh alur pergerakan bahan dari pengadaan hingga penjualan, sehingga pencatatan persediaan menjadi lebih akurat, terstruktur, dan mendukung pengambilan keputusan operasional secara lebih efisien.