Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEGMENTASI SEMANTIK ELEMEN UI/UX UNTUK EVALUASI AKSESIBILITAS DESAIN DIGITAL Syahtria Akbaruari; Dwi Wahyu Prabowo; Nurahman
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung (Informatika & Sistem Informasi Bahasa dan Seni
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas antarmuka pengguna (User Interface/UI) merupakan aspek penting dalam pengembangan platform mobile dan web untuk memastikan seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas, dapat mengakses layanan digital secara setara. Namun, proses evaluasi aksesibilitas yang masih dilakukan secara manual umumnya membutuhkan waktu yang lama, biaya yang tinggi, serta berpotensi menghasilkan penilaian yang bersifat subjektif. Penelitian ini mengusulkan pendekatan otomatis berbasis deep learning menggunakan DeepLabV3+ dan backbone MobileNetV3-Large untuk melakukan segmentasi semantik lima kelas elemen UI, yaitu Background, Teks, Tombol, Gambar/Ikon, dan Navigasi. Dataset yang digunakan terdiri atas RICO yang memuat 10.000 citra antarmuka Android dan WebSRC yang berisi 1.000 citra antarmuka web. Pseudo-label dibangun secara otomatis melalui proses parsing view hierarchy berbasis JSON pada dataset RICO serta pendekatan heuristik berbasis computer vision pada dataset WebSRC. Pelatihan model menerapkan strategi progressive unfreezing backbone yang dikombinasikan dengan mekanisme reset counter pada early stopping guna meningkatkan stabilitas dan efektivitas proses pembelajaran model. Evaluasi performa dilakukan menggunakan Mean Intersection over Union (mIoU), Pixel Accuracy, dan Dice Coefficient. Hasil terbaik diperoleh pada epoch ke-83 dengan nilai mIoU sebesar 0,3537, Pixel Accuracy sebesar 0,6523, dan Mean Dice sebesar 0,4800. Kelas Navigasi menghasilkan nilai Intersection over Union tertinggi, yaitu 0,5652, sedangkan kelas Tombol mengalami peningkatan performa dari 0,1666 menjadi 0,2044 atau meningkat sebesar 22,7% dibandingkan model dasar (baseline). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model yang dikembangkan berpotensi menjadi fondasi awal dalam membangun sistem evaluasi aksesibilitas antarmuka pengguna yang lebih otomatis, konsisten, dan efisien di masa mendatang.
KLASIFIKASI KEMATANGAN BUAH LOKAL KALIMANTAN MENGGUNAKAN TRANSFER LEARNING Nisa Puspitasari; Dwi Wahyu Prabowo; Nurahman
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung (Informatika & Sistem Informasi Bahasa dan Seni
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan tingkat kematangan buah kelapa sawit merupakan salah satu faktor yang berpengaruh langsung terhadap mutu dan produktivitas hasil perkebunan.Pada praktiknya, identifikasi kematangan buah masih banyak mengandalkan pengamatan manusia, sehingga hasil penilaian rentan terhadap perbedaan persepsi antaroperator. Penelitian ini mengusulkan penerapan metode transfer learning untuk mengotomatisasi proses identifikasi tingkat kematangan buah kelapa sawit berbasis citra digital. Dua arsitektur deep learning, yaitu MobileNetV3-Large dan EfficientNet-B0, digunakan untuk membangun model klasifikasi sekaligus dianalisis performanya. Proses pelatihan memanfaatkan dataset Fruits-360 sebagai sumber pembelajaran awal fitur visual, kemudian dilakukan penyesuaian menggunakan dataset citra buah kelapa sawit yang mencakup tiga kelas tingkat kematangan, yaitu mentah, mengkal, dan matang. Sebelum pelatihan model dilakukan, seluruh citra diproses melalui tahap prapengolahan dan augmentasi untuk meningkatkan keragaman data serta mengurangi risiko overfitting Kemampuan model dalam melakukan klasifikasi dinilai berdasarkan nilai accuracy, precision, recall, dan F1-score yang diperoleh dari hasil pengujian. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kedua model mampu mengenali tingkat kematangan buah dengan baik. Namun demikian, EfficientNet-B0 menghasilkan performa yang lebih tinggi dengan nilai accuracy 92,31%, precision 92,86%, recall 92,86%, dan F1-score 92,20%. Sementara itu, MobileNetV3-Large memperoleh accuracy 79,49%, precision 82,94%, recall 80,30%, dan F1-score 79,58%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan transfer learning memiliki potensi yang kuat untuk mendukung pengembangan sistem identifikasi kematangan buah kelapa sawit secara otomatis, konsisten, dan efisien pada lingkungan perkebunan modern.
KLASIFIKASI RETINOPATI DIABETIK DARI CITRA FUNDUS MENGGUNAKAN CNN Oktavia Ramadhani; Dwi Wahyu Prabowo; Nurahman
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung (Informatika & Sistem Informasi Bahasa dan Seni
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan penglihatan hingga kebutaan apabila tidak dikenali pada tahap awal. Pemeriksaan citra fundus retina banyak digunakan untuk mengidentifikasi kondisi tersebut karena mampu menampilkan perubahan pada retina secara visual. Namun, proses skrining masih menghadapi kendala akibat tingginya jumlah pasien dibandingkan ketersediaan tenaga medis yang melakukan evaluasi citra secara manual. Penelitian ini mengusulkan model klasifikasi tingkat keparahan retinopati diabetik berbasis transfer learning dengan memanfaatkan arsitektur EfficientNet-B3. Dataset yang digunakan adalah Indian Diabetic Retinopathy Image Dataset (IDRiD) yang terdiri atas lima kategori tingkat keparahan penyakit. Sebelum proses pelatihan dilakukan, citra melalui tahap praproses berupa penyesuaian ukuran, peningkatan kontras menggunakan Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE), serta augmentasi data untuk memperkaya variasi sampel pelatihan. Kinerja model dievaluasi menggunakan metrik AUC-ROC Macro, accuracy, Cohen’s Kappa, precision, recall, dan F1-score. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model memperoleh nilai AUC-ROC Macro sebesar 0,8186 dengan accuracy sebesar 55,07% dan Cohen’s Kappa sebesar 0,6747. Evaluasi pada masing-masing kelas menunjukkan performa yang tidak merata, terutama pada kelas dengan jumlah data yang lebih sedikit. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap proses pengambilan keputusan model, penelitian ini menerapkan Grad-CAM guna memvisualisasikan area retina yang berkontribusi terhadap hasil prediksi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa EfficientNet-B3 memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengidentifikasi tingkat keparahan retinopati diabetik serta berpotensi digunakan sebagai pendukung skrining otomatis.