ABSTRAK ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan kondisi akut yang membutuhkan penanganan segera dan pemantauan secara komprehensif. Pasien dengan STEMI dapat mengalami nyeri dada, sesak napas, gangguan fungsi jantung, serta keterbatasan aktivitas yang memerlukan asuhan keperawatan secara sistematis. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan STEMI anterior di rumah sakit tipe A. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam studi kasus adalah satu pasien dengan diagnosis medis STEMI anterior yang menjalani perawatan di RS Tipe A. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri dada sebelah kiri, sesak napas, kelemahan, takikardia dengan frekuensi nadi 120 kali/menit, frekuensi pernapasan 23 kali/menit, serta terdengar ronki dan gallop S3. Pemeriksaan EKG menunjukkan sinus rhythm, ST elevation pada V2–V3, left axis deviation, dan complete right bundle branch block. Foto toraks menunjukkan edema paru bilateral. Tiga diagnosis keperawatan yang ditemukan yaitu nyeri akut, penurunan curah jantung, dan intoleransi aktivitas. Implementasi keperawatan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, saturasi oksigen dan EKG, manajemen nyeri, pemberian oksigen, posisi semi-Fowler, teknik relaksasi, serta peningkatan aktivitas secara bertahap. Evaluasi menunjukkan nyeri mengalami penurunan dari skala 6/10 menjadi 1/10, pasien tidak tampak gelisah, saturasi oksigen berada pada 96–98%, dan pasien mulai mampu duduk secara terbatas di tempat tidur. Asuhan keperawatan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan pada pasien STEMI anterior menunjukkan adanya perbaikan pada masalah nyeri akut dan kondisi klinis pasien. Pemantauan hemodinamik, EKG, oksigenasi, manajemen nyeri, serta pengaturan aktivitas secara bertahap merupakan komponen penting dalam mendukung stabilisasi pasien STEMI. Masalah penurunan curah jantung dan intoleransi aktivitas masih memerlukan pemantauan serta intervensi lanjutan. Keywords: anterior STEMI; nursing care; acute pain; decreased cardiac output; activity intolerance. ABSTRACT ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) is an acute condition requiring immediate management and comprehensive monitoring. Patients with STEMI may experience chest pain, dyspnea, impaired cardiac function, and activity limitations that require systematic nursing care. This case study aimed to describe the implementation of nursing care in a patient with anterior STEMI in a type A hospital. This study used a descriptive method with a case study approach. The subject was one patient medically diagnosed with anterior STEMI who received treatment at A Hospital. Data were collected through interviews, observation, physical examination, and medical record documentation. The nursing care process consisted of assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The assessment showed that the patient experienced left-sided chest pain, dyspnea, weakness, tachycardia with a heart rate of 120 beats/minute, a respiratory rate of 23 breaths/minute, pulmonary crackles, and an S3 gallop. Electrocardiography showed sinus rhythm, ST elevation in leads V2–V3, left axis deviation, and complete right bundle branch block. Chest radiography showed bilateral pulmonary edema. Three nursing diagnoses were identified: acute pain, decreased cardiac output, and activity intolerance. Nursing interventions included monitoring vital signs, oxygen saturation and electrocardiography, pain management, oxygen administration, semi-Fowler positioning, relaxation techniques, and gradual activity progression. Evaluation showed that pain decreased from 6/10 to 1/10, the patient no longer appeared restless, oxygen saturation remained at 96–98%, and the patient began to tolerate limited sitting at the bedside. Systematic and continuous nursing care in a patient with anterior STEMI demonstrated improvement in acute pain and overall clinical condition. Hemodynamic and ECG monitoring, oxygenation management, pain management, and gradual activity progression are important components in supporting patient stabilization. Decreased cardiac output and activity intolerance still required continued monitoring and further intervention. Keywords: anterior STEMI; nursing care; acute pain; decreased cardiac output; activity intolerance.