This study aims to analyze the role of teachers in instilling Pancasila character values through Pancasila Education learning among third-grade students at SD Negeri 010 Bathin Solapan, Bengkalis Regency. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation and interviews. The results show that teachers have three main roles: serving as role models, motivators, and developers of students’ personalities. As role models, teachers demonstrate behaviors reflecting religious values, politeness, discipline, responsibility, and humanity. As motivators, teachers provide encouragement, appreciation, and support to enhance students’ self-confidence and enthusiasm for learning. As developers of students’ personalities, teachers help cultivate honesty, independence, responsibility, self-confidence, and respect for others. Character formation is implemented through learning activities, exemplary behavior, habituation, and collaborative activities. Supporting factors include teacher role modeling, positive school habituation, and parental support, while inhibiting factors include environmental influences, media, peer relationships, and limited synergy between schools and families. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter Pancasila melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila pada peserta didik kelas III SD Negeri 010 Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki tiga peran utama, yaitu sebagai teladan, motivator, dan pengembang kepribadian peserta didik. Sebagai teladan, guru memberikan contoh perilaku yang mencerminkan nilai religius, kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemanusiaan. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, apresiasi, dan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan diri serta semangat belajar peserta didik. Sebagai pengembang kepribadian, guru membantu membentuk sikap jujur, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, dan menghargai orang lain. Penanaman karakter dilakukan melalui pembelajaran, keteladanan, pembiasaan, dan kegiatan kolaboratif. Faktor pendukung meliputi keteladanan guru, pembiasaan positif, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatannya berupa pengaruh lingkungan, media, pergaulan, dan kurangnya sinergi sekolah dengan keluarga.