Suryanto Suryanto
Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT AMC MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Lutfiyyana Cholidah; Suryanto Suryanto
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61103

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 diklasifikasikan sebagai gangguan metabolik kronis yang diidentifikasi melalui kondisi hiperglikemia, yang diakibatkan oleh resistensi maupun defisiensi sekresi insulin. Kondisi hiperglikemia yang berlarut-larut mampu berdampak pada kinerja dan aktivitas trombosit, yang turut memicu timbulnya komplikasi pada sistem vaskular. Hemoglobin terglikasi (HbA1c) diandalkan sebagai parameter utama dalam memantau regulasi glukosa darah jangka panjang pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan jumlah trombosit pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 38 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah kadar HbA1c, sedangkan variabel dependen adalah jumlah trombosit. Data diperoleh dari rekam medis pasien, dengan pemeriksaan HbA1c menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan jumlah trombosit menggunakan Hematology Analyzer. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi Spearman. Hasil pemeriksaan HbA1c memperlihatkan batas minimum sebesar 6,6%, puncak maksimum 14,8%, dengan nilai tengah sebesar 8,09%. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman mengungkapkan adanya hubungan negatif yang terlampau lemah dan tidak memiliki signifikansi secara statistik (???? =− 0,170; ???? = 0,308).