Fara Ika Nastiti
Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN INTENSITAS NYERI POST SECTIO CAESAREA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN KOMBINASI AKUPRESUR PADA TITIK LR 3 DAN ST 36 Fara Ika Nastiti; I Komang Lindayani; Listina Ade Widya Ningtyas
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61570

Abstract

Nyeri pasca-operasi Sectio Caesarea (SC) umumnya dilaporkan lebih intens dibandingkan nyeri pada persalinan per vaginam. Rasa nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat mengganggu proses pemulihan serta interaksi awal antara ibu dan bayi. Akupresur merupakan salah satu bentuk intervensi non-farmakologis yang efektif, aman, dan minim efek samping untuk membantu mengurangi tingkat nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan intensitas nyeri pasca-seksio sesarea sebelum dan sesudah pemberian terapi kombinasi akupresur pada titik LR 3 (Taichong) dan ST 36 (Zusanli) di RSU Kasih Ibu Kedonganan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sebanyak 19 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2025. Data primer berupa skor nyeri diukur sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS). Hasil uji menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon signed-rank test. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada tingkat nyeri pasien sebelum dan sesudah intervensi akupresur (p = 0,000 < 0,05). Skor nyeri responden sebelum intervensi (pretest) berada pada rentang minimum 5 dan maksimum 7 (kategori nyeri sedang). Setelah dilakukan pemberian terapi akupresur (posttest), skor nyeri mengalami penurunan menjadi rentang minimum 2 dan maksimum 4 (kategori nyeri ringan). Terapi kombinasi akupresur pada titik LR 3 dan ST 36 secara signifikan efektif dalam meredakan intensitas nyeri pasca- SC. Oleh karena itu, intervensi akupresur ini diharapkan dapat diaplikasikan sebagai salah satu alternatif terapi komplementer dalam asuhan keperawatan untuk manajemen nyeri pasca-operatif.