Agnes Purba
Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH VIDEO EDUKASI BERBASIS AUDIO UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI SMP NEGERI ARUN LHOKSEUMAWE Larasati Utami; Agnes Purba; Mindo Tua Siagian; Donal Nababan; Frida Lina Tarigan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61969

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi remaja masih menjadi isu penting karena rendahnya tingkat pengetahuan dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, serta perilaku seksual berisiko. Pendidikan kesehatan yang efektif diperlukan untuk meningkatkan pemahaman remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi berbasis audio terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswa kelas IX SMP Negeri Arun Lhokseumawe.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental rancangan one group pretest-posttest without control. Populasi berjumlah 150 siswa dengan sampel 60 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Responden diberikan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, kemudian diberikan intervensi berupa pemutaran video edukasi tentang kesehatan reproduksi, dan dilanjutkan dengan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan setelah pemberian video edukasi. Disimpulkan bahwa video edukasi berbasis audio efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan dapat digunakan sebagai alternatif media promosi kesehatan di sekolah.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN IMUNISASI ROTAVIRUS DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BESITANG Emilia Veronika Susanti Surbakti; Mindo Tua Siagian; Agnes Purba; Otniel Ketaren; Frida Lina Tarigan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status pekerjaan, paritas, tingkat pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan imunisasi rotavirus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 6-11 bulan sebanyak 214 dan pengambilan sample dilakukan secara probability sampling menggunakan  simple random sampling sebanyak 139 responden di wilayah kerja UPT Puskesmas Besitang pada tahun 2026. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (Regresi Logistik Berganda). Hasil uji Chi-Square membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu (p-value = 0,758 > 0,05) dan status paritas (p-value = 0,734 > 0,05) dengan pelaksanaan imunisasi rotavirus. Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara pengetahuan ibu (p-value = 0,000), dukungan keluarga (p-value = 0,000), dan dukungan tenaga kesehatan (p-value = 0,000) dengan pelaksanaan imunisasi. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga adalah faktor penentu paling dominan (p-value = 0,045), ibu yang memiliki dukungan keluarga baik berpeluang 10,89 kali lebih besar untuk memberikan imunisasi dibandingkan yang dukungannya kurang. Pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan memegang peranan vital dalam menyukseskan program imunisasi rotavirus. Intervensi promosi kesehatan di puskesmas perlu memfokuskan sasaran tidak hanya pada ibu, tetapi juga melibatkan suami atau anggota keluarga inti lainnya.