Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Observasi Dampak Banjir dan Rencana Teknis Penanganan Kali dan Situ Kemuning di Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor Rizki Hartopik; Sri Prasetya Widodo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.5890

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi pada wilayah hilir daerah aliran sungai dengan perkembangan permukiman yang cepat, termasuk Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik dan dampak banjir, menganalisis faktor penyebab pada Kali Kemuning dan Situ Kemuning, serta merumuskan rencana teknis penanganan yang terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan, survei rumah tangga terdampak, dan wawancara semi-terstruktur, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perencanaan dan literatur ilmiah. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif, kualitatif tematik, spasial deskriptif, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan genangan setinggi 20–40 cm dengan durasi sekitar 3–6 jam, berdampak pada kurang lebih 112 rumah dan sekitar 450 penduduk. Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan kapasitas aliran Kali Kemuning, sedimentasi, berkurangnya ruang aliran, serta belum optimalnya fungsi Situ Kemuning sebagai tampungan air. Analisis menunjukkan bahwa penanganan banjir perlu mengombinasikan intervensi struktural dan non-struktural. Rencana teknis yang direkomendasikan meliputi normalisasi dan pemeliharaan Kali Kemuning, optimalisasi kapasitas dan fungsi ekologis Situ Kemuning, pengendalian limpasan pada kawasan permukiman, sistem peringatan dini, serta edukasi dan pelibatan masyarakat. Pendekatan terintegrasi tersebut diharapkan dapat mengurangi tingkat paparan dan kerugian, meningkatkan kapasitas tampungan dan aliran, serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Temuan penelitian dapat menjadi dasar awal bagi perencanaan penanganan banjir skala lokal yang lebih adaptif, bertahap, dan berkelanjutan.