Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Beban Kerja, Stres Kerja, dan Keterlibatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Amelta Pransiska Br Sembiring; Anton A.P Sinaga; Henri Saragih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.7304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, stres kerja, dan keterlibatan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Langkat Nusantara Kepong Divisi III Perkebunan Tanjung Keliling Langkat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan perusahaan yang berjumlah 47 orang. Teknik sampling jenuh digunakan sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert, kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda melalui program SPSS. Pengujian instrumen dan asumsi klasik dilakukan untuk memastikan kelayakan model analisis. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti peningkatan stres kerja cenderung diikuti penurunan kinerja. Sebaliknya, keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sehingga keterlibatan yang lebih tinggi dapat mendorong peningkatan hasil kerja. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa beban kerja, stres kerja, dan keterlibatan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,528 menunjukkan bahwa 52,8% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 47,2% lainnya dipengaruhi faktor di luar model. Temuan penelitian memberikan implikasi bahwa perusahaan perlu mengelola stres kerja secara tepat, mempertahankan pembagian beban kerja yang proporsional, dan memperkuat keterlibatan karyawan untuk mendukung pencapaian kinerja yang berkelanjutan.