Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kebijakan Ekspor Kayu, Perekonomian, dan Kesempatan Kerja Industri Jawa Timur Nasrullah Umar; Dimas Satrio Nugroho; Arya Kusuma Dewa; Riessa Putra Christianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8528

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan ekspor kayu dan kondisi perekonomian terhadap peningkatan kesempatan kerja pada industri pengolahan kayu di Jawa Timur. Industri pengolahan kayu memiliki posisi penting karena menghubungkan sumber daya kehutanan, kegiatan manufaktur, perdagangan, dan penyerapan tenaga kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 61 responden yang terdiri atas pelaku usaha, pekerja, dan pihak yang berkaitan dengan industri pengolahan kayu. Sampel ditentukan melalui purposive sampling, sedangkan data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil statistik deskriptif menunjukkan nilai rata-rata kebijakan ekspor kayu sebesar 3,42, kondisi perekonomian sebesar 3,89, dan kesempatan kerja sebesar 3,40. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 0,600 + 0,987X1 - 0,147X2. Secara parsial, kebijakan ekspor kayu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja dengan nilai t sebesar 6,534 dan signifikansi 0,000. Kondisi perekonomian memiliki koefisien negatif, tetapi tidak berpengaruh signifikan secara parsial dengan nilai signifikansi 0,191. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja dengan nilai F sebesar 22,470 dan signifikansi 0,000. Nilai R-squared sebesar 0,437 menunjukkan bahwa 43,7 persen variasi kesempatan kerja dapat dijelaskan oleh kebijakan ekspor kayu dan kondisi perekonomian. Temuan menegaskan pentingnya kebijakan ekspor yang konsisten, mudah diakses, berorientasi pada peningkatan nilai tambah, serta disertai penguatan kapasitas usaha agar pertumbuhan ekspor mampu menghasilkan pekerjaan yang berkelanjutan.