Bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta prestasi belajar peserta didik. Kurangnya pemahaman mengenai bentuk, penyebab, dan dampak bullying menyebabkan sebagian siswa masih menganggap perilaku seperti mengejek, memberi julukan, maupun mengucilkan teman sebagai hal yang wajar. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai bullying sekaligus membangun budaya sekolah yang aman melalui implementasi program edukasi anti-bullying di SMPN 3 Bae. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 237 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, koordinasi dengan pihak sekolah, penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu memahami pengertian, bentuk, penyebab, dampak, serta upaya pencegahan bullying. Selain itu, kegiatan ini mendorong tumbuhnya sikap empati, toleransi, dan saling menghargai antar peserta didik sebagai upaya menciptakan hubungan sosial yang lebih positif di lingkungan sekolah. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya kesadaran siswa untuk menghindari perilaku bullying, berani menyampaikan pendapat mengenai pentingnya pencegahan perundungan, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif. Luaran kegiatan berupa meningkatnya pemahaman peserta didik mengenai bullying, terbangunnya komitmen bersama dalam pencegahan bullying, serta terselenggaranya program edukasi yang dapat menjadi salah satu bentuk penguatan pendidikan karakter di SMPN 3 Bae. Kata kunci: bullying; edukasi anti-bullying; budaya sekolah; sekolah aman; pendidikan karakter