Zakia Ade Nuraeni
Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI MANAJEMEN MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA PRESTASI DI MAN 1 JEMBRANA BALI M. Ilham Asyifa; Marlon Garcia Jusufveto; Zakia Ade Nuraeni; Rahma Aulia Zahra; Rahmi Anekasari
Jurnal Investasi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Investasi Islam (In Press)
Publisher : LP2M Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jii.v7i1.2394

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi manajemen pendidikan yang efektif sebagai fondasi utama dalam menciptakan budaya prestasi di lingkungan madrasah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mendeskripsikan secara mendalam strategi manajemen yang diterapkan oleh MAN 1 Jembrana Bali mulai dari tahap perencanaan, implementasi, evaluasi, hingga pemetaan faktor pendukung dan tantangannya dalam membangun ekosistem sekolah yang kompetitif. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Proses pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui teknik observasi, wawancara dengan elemen pendidik dan tenaga kependidikan, serta studi dokumentasi. Analisis data berpijak pada model interaktif Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan), yang keabsahannya diuji lebih lanjut melalui triangulasi teknik guna memastikan tingkat kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya prestasi di MAN 1 Jembrana terwujud melalui rekayasa manajerial yang sistematis (by design) dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Pada fase perencanaan, madrasah membedah visi-misinya menjadi sasaran mutu yang spesifik dan terukur, serta melibatkan pemangku kepentingan secara partisipatif. Implementasi strategi dijalankan secara holistik dengan mengawinkan pendidikan akademik reguler, sistem asrama (Ma'had Al-Hidayah), dan pembinaan bakat melalui Program Prestisius. Keberhasilan eksekusi ini sangat digerakkan oleh tingginya rasa memiliki (sense of belonging) dan dedikasi ikhlas para dewan guru yang dirawat melalui pembiasaan "Pohon Komitmen". Meski implementasi dan evaluasi berkala telah didukung oleh ekosistem pendanaan yang solid serta kemitraan eksternal yang kuat, madrasah ini tetap dituntut untuk lincah beradaptasi. Tantangan terbesar ke depannya adalah bagaimana menjaga konsistensi ritme kerja dan merespons lonjakan standar kompetisi eksternal yang bergerak semakin eksponensial.