Muhammad Odha Meditamar
Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kinestetik terhadap Pemahaman Belajar Siswa pada Pembelajaran Fikih Muhammad Odha Meditamar; Mulyana
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6058

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya pembelajaran Fiqih yang ditandai dengan perilaku siswa yang mengganggu, pasif, kurang percaya diri, serta rendahnya konsentrasi dan pemahaman makna ibadah, sehingga siswa belum mampu menunjukkan sikap khusyuk. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan, fokus, dan pemahaman komprehensif siswa melalui penerapan model pembelajaran kinestetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan guru dan siswa Pendidikan Agama Islam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran kinestetik dalam pembelajaran Fiqih di MAS Al-Muhsin Koto Petai belum optimal, terutama pada penyusunan konsep dan strategi demonstrasi yang sistematis. Pemahaman siswa masih tergolong rendah, dengan aspek afektif sebagai aspek yang paling lemah dibandingkan aspek kognitif dan motorik. Pembahasan menunjukkan bahwa pembelajaran kinestetik berpotensi meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa apabila dirancang secara terstruktur dan aplikatif. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran kinestetik belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih. Oleh karena itu, disarankan agar guru mengembangkan strategi pembelajaran kinestetik yang lebih terarah, sistematis, dan menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik