Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fear of Missing Out (FOMO) sebagai Variabel Intervening dalam Hubungan antara Loss Aversion dan Gambler Fallacy terhadap Keputusan Investasi Generasi Z Navila Atsilia; Ibnu Khajar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Fear of Missing Out (FOMO) sebagai variabel intervening dalam hubungan antara loss aversion, gambler fallacy, dan keputusan investasi investor Generasi Z di Indonesia. Peningkatan partisipasi Generasi Z di pasar modal mendorong pentingnya pemahaman terhadap faktor psikologis yang memengaruhi keputusan investasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 120 investor Generasi Z yang dipilih menggunakan purposive random sampling. Analisis dilakukan dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4.0. Evaluasi model mencakup validitas konvergen dan diskriminan, reliabilitas, goodness-of-fit, koefisien determinasi, ukuran efek, relevansi prediktif, dan bootstrapping 5.000 subsampel. Hasil menunjukkan bahwa seluruh tujuh hipotesis diterima. Loss aversion dan gambler fallacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap FOMO serta keputusan investasi. FOMO juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, sekaligus memediasi secara parsial pengaruh loss aversion dan gambler fallacy terhadap keputusan investasi. Nilai R² sebesar 0,410 pada FOMO dan 0,533 pada keputusan investasi menunjukkan daya jelas model pada kategori moderat. Temuan ini menegaskan bahwa bias kognitif dan kecemasan kehilangan peluang merupakan determinan penting dalam perilaku investasi Generasi Z. Penelitian memberikan kontribusi pada literatur keuangan perilaku dan menekankan pentingnya literasi finansial serta kesadaran terhadap bias emosional dalam pengambilan keputusan investasi.