Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Promo dan FoMO terhadap Keputusan Booking Hotel Christabella Eilin Setyawan; Basilius Agung Eka Saputra Assa; Catherine Suvian Wang; Derren Anthony Liem; Joshua Christian Wibawa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9964

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh promo dan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap keputusan booking hotel pada konsumen yang menggunakan Online Travel Agent (OTA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden berusia 17–50 tahun yang pernah melakukan pemesanan hotel secara daring. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh indikator penelitian valid dan variabel memiliki reliabilitas yang memadai. Secara parsial, promo berpengaruh signifikan terhadap keputusan booking hotel dengan nilai signifikansi 0,027, tetapi arah koefisiennya negatif sebesar -0,443. Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya persepsi terhadap promo tidak selalu meningkatkan keputusan pemesanan karena konsumen tetap mempertimbangkan kualitas layanan, reputasi, fasilitas, lokasi, harga, dan ulasan pelanggan. FOMO memiliki koefisien positif sebesar 0,301, namun tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,057. Secara simultan, promo dan FOMO juga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan booking hotel dengan nilai signifikansi 0,084. Nilai R Square sebesar 0,050 menunjukkan bahwa kedua variabel hanya menjelaskan 5% variasi keputusan pemesanan, sedangkan 95% dipengaruhi faktor lain. Oleh karena itu, pengelola hotel dan OTA perlu mengintegrasikan promosi dengan peningkatan kualitas layanan, transparansi informasi, kemudahan aplikasi, kepercayaan, dan pengalaman pelanggan agar strategi pemasaran digital lebih efektif. Strategi komunikasi perlu disusun terukur agar penawaran tidak menimbulkan kejenuhan atau keraguan konsumen terhadap nilai layanan yang diterima.