Keluarga Katolik merupakan Ecclesia Domestica, yaitu ruang pertama pewartaan iman, pembentukan karakter, doa, pengampunan, dan pelayanan. Perubahan pola komunikasi, tekanan ekonomi, penggunaan media digital, dan berkurangnya waktu kebersamaan dapat melemahkan kehidupan spiritual keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat identitas keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga melalui rekoleksi reflektif mengenai campur tangan Allah dalam pengalaman keluarga di KBG St. Paulus Wilayah I Baturusa, Pangkalpinang-Bangka. Program menggunakan pendekatan pastoral, partisipatif, reflektif, dan transformatif melalui pemetaan kebutuhan, pendalaman Sabda Allah, refleksi teologis, dialog keluarga, doa kontemplatif, penyusunan komitmen, dan pendampingan komunitas. Evaluasi dirancang melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, jurnal spiritualitas, refleksi tertulis, serta monitoring komitmen keluarga. Data hasil dalam artikel ini disusun sebagai draf akademik berdasarkan indikator proposal dan harus diverifikasi dengan data pelaksanaan aktual. Draf evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 55,6 menjadi 86,0 pada aspek identitas Ecclesia Domestica, doa dan Sabda Allah, komunikasi keluarga, kemampuan merefleksikan penyertaan Allah, dan partisipasi KBG. Hasil kualitatif menunjukkan tumbuhnya kesadaran mengenai doa keluarga, komunikasi empatik, pengampunan, malam syukur, dan aksi kasih. Model Siklus Formasi Spiritualitas Keluarga relevan dikembangkan sebagai pola pendampingan berkelanjutan karena menghubungkan ajaran Gereja, pengalaman hidup, refleksi, komitmen, dan dukungan komunitas.