Antonius Moa
Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN SPIRITUALITAS KELUARGA SEBAGAI ECCLESIA DOMESTICA MELALUI REKOLEKSI: REFLEKSI TEOLOGIS ATAS CAMPUR TANGAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN KELUARGA DI KBG ST. PAULUS WILAYAH I BATURUSA Antonius Moa
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 1 No. 02 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Katolik merupakan Ecclesia Domestica, yaitu ruang pertama pewartaan iman, pembentukan karakter, doa, pengampunan, dan pelayanan. Perubahan pola komunikasi, tekanan ekonomi, penggunaan media digital, dan berkurangnya waktu kebersamaan dapat melemahkan kehidupan spiritual keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat identitas keluarga sebagai Gereja Rumah Tangga melalui rekoleksi reflektif mengenai campur tangan Allah dalam pengalaman keluarga di KBG St. Paulus Wilayah I Baturusa, Pangkalpinang-Bangka. Program menggunakan pendekatan pastoral, partisipatif, reflektif, dan transformatif melalui pemetaan kebutuhan, pendalaman Sabda Allah, refleksi teologis, dialog keluarga, doa kontemplatif, penyusunan komitmen, dan pendampingan komunitas. Evaluasi dirancang melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, jurnal spiritualitas, refleksi tertulis, serta monitoring komitmen keluarga. Data hasil dalam artikel ini disusun sebagai draf akademik berdasarkan indikator proposal dan harus diverifikasi dengan data pelaksanaan aktual. Draf evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 55,6 menjadi 86,0 pada aspek identitas Ecclesia Domestica, doa dan Sabda Allah, komunikasi keluarga, kemampuan merefleksikan penyertaan Allah, dan partisipasi KBG. Hasil kualitatif menunjukkan tumbuhnya kesadaran mengenai doa keluarga, komunikasi empatik, pengampunan, malam syukur, dan aksi kasih. Model Siklus Formasi Spiritualitas Keluarga relevan dikembangkan sebagai pola pendampingan berkelanjutan karena menghubungkan ajaran Gereja, pengalaman hidup, refleksi, komitmen, dan dukungan komunitas.
PENGUATAN KESADARAN MORAL MELALUI PEMBINAAN HATI NURANI SEBAGAI SANGGAR SUCI MANUSIA PADA NOVIS FCJM Antonius Moa
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 03 (2022): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober- Desember 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan hati nurani merupakan unsur mendasar dalam formasi religius karena membantu novis membedakan nilai moral, menilai tindakan secara rasional, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kesadaran moral para novis FCJM melalui pemahaman hati nurani sebagai sanggar suci manusia. Kegiatan dilaksanakan di Novisiat Greccio FCJM, Pematangsiantar, dengan pendekatan partisipatif, reflektif, dialogis, dan kontekstual. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah, studi kasus moral, refleksi pribadi, serta penyusunan komitmen moral tertulis. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipasi, lembar refleksi, dan penilaian terhadap analisis kasus. Draf hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada aspek konsep hati nurani, kemampuan menganalisis dilema moral, kedalaman refleksi personal, dan penerapan nilai dalam kehidupan komunitas. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 59,0 menjadi 85,3. Seluruh peserta juga menghasilkan komitmen moral tertulis sebagai pedoman tindakan dan bahan pendampingan lanjutan. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembinaan yang mengintegrasikan filsafat moral, teologi Katolik, refleksi pengalaman, dan praktik pemecahan masalah dapat membantu novis menginternalisasi nilai moral secara lebih konkret. Keberlanjutan program diarahkan melalui pendampingan berkala, penggunaan jurnal refleksi, dan evaluasi moral yang terstruktur oleh formator.