Sihol Situmorang
Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN SPIRITUALITAS HIDUP PERSAUDARAAN DALAM KOMUNITAS BASIS GEREJAWI SEBAGAI IMPLEMENTASI GEREJA SEBAGAI COMMUNIO MELALUI PEMBINAAN PASTORAL PARTISIPATIF Sihol Situmorang
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 1 No. 02 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Basis Gerejawi merupakan ruang konkret bagi umat untuk mengalami Gereja sebagai communio melalui doa, dialog, pelayanan, dan tanggung jawab bersama. Namun, perkembangan individualisme, komunikasi digital yang dangkal, rendahnya partisipasi, serta terbatasnya kemampuan penyelesaian konflik dapat melemahkan kualitas hidup persaudaraan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas hidup persaudaraan dan meningkatkan kapasitas umat dalam komunikasi pastoral melalui pembinaan partisipatif. Program menggunakan pendekatan teologis, reflektif, partisipatif, dan kontekstual dengan metode seminar interaktif, Focus Group Discussion, refleksi Kitab Suci, role play komunikasi, simulasi rekonsiliasi, serta penyusunan rencana aksi komunitas. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipasi, angket kepuasan, rubrik komunikasi, dan monitoring pascakegiatan. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 54,0 menjadi 85,0 pada aspek pemahaman communio, spiritualitas persaudaraan, komunikasi pastoral, partisipasi umat, serta solidaritas dan kerja sama. Peserta juga menunjukkan keterbukaan yang lebih baik dalam mendengarkan, menyampaikan pendapat, dan merumuskan penyelesaian konflik secara dialogis. Model pembinaan ini relevan bagi penguatan KBG karena mengintegrasikan landasan teologis, pengalaman komunitas, latihan praktis, dan komitmen tindak lanjut. Keberlanjutan diarahkan melalui agenda pembinaan rutin, fasilitator lokal, kelompok refleksi Kitab Suci, serta monitoring satu sampai tiga bulan bersama pengurus KBG.