Fransiska Mariana Gultom
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMBANGUN KEBIJAKAN PRESISI: PENANGANAN STUNTING BERBASIS KLASTER RISIKO DI KOTA BONTANG Fransiska Mariana Gultom
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 8 (2026): NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i8.2026.2318-2340

Abstract

Stunting di Kota Bontang mencerminkan ketimpangan pembangunan manusia dalam konteks kota industri dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, namun belum inklusif dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga rentan. Kajian ini bertujuan menganalisis determinan stunting secara multidimensi dan spasial serta merumuskan alternatif kebijakan yang tepat sasaran. Metode yang digunakan adalah mixed method, menggabungkan analisis kuantitatif berbasis data administratif (PDRB, konsumsi rumah tangga, sanitasi, dan demografi 1000 HPK) dengan analisis kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stunting terkonsentrasi pada klaster kelurahan dengan karakteristik risiko tinggi, yaitu sanitasi buruk, pola konsumsi rendah protein, serta keterbatasan layanan dasar. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak otomatis meningkatkan kualitas gizi, sehingga memperkuat ketimpangan intra-kota. Berdasarkan model evaluasi kebijakan dari William N. Dunn, alternatif kebijakan yang dipilih adalah intervensi berbasis klaster risiko (place-based intervention). Kebijakan ini memiliki efektivitas tinggi karena menargetkan wilayah prioritas secara spesifik, kecukupan tinggi dalam menjawab akar masalah spasial, serta tingkat keadilan sangat tinggi karena berfokus pada kelompok rentan. Dari sisi efisiensi, kebijakan berada pada kategori sedang karena memerlukan realokasi sumber daya tanpa peningkatan anggaran signifikan. Kebijakan ini juga memiliki responsivitas tinggi terhadap kondisi lokal dan sangat layak karena selaras dengan arah kebijakan nasional penurunan stunting. Jadi pendekatan berbasis klaster menjadi strategi paling tepat untuk mendorong penurunan stunting yang presisi, merata, dan berkelanjutan di Kota Bontang