Kepemimpinan perubahan merupakan variabel strategis yang menentukan keberhasilan transformasi organisasi dalam menghadapi kompleksitas lingkungan bisnis kontemporer yang ditandai oleh disrupsi teknologi, intensifikasi persaingan global, serta tuntutan inovasi yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kapasitas kepemimpinan tidak hanya berperan sebagai mekanisme pengarah, tetapi juga sebagai enabler utama dalam proses adaptasi organisasi terhadap dinamika perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep kepemimpinan perubahan melalui pendekatan tinjauan literatur dengan menitikberatkan pada gaya kepemimpinan, faktor pendorong perubahan, resistensi terhadap perubahan, serta strategi implementasi perubahan organisasi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan menganalisis dan mensintesis berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dalam bidang manajemen perubahan dan kepemimpinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan pendekatan yang paling dominan dan efektif dalam meningkatkan inovasi, komitmen, serta kapabilitas adaptif organisasi. Faktor pendorong perubahan terutama bersumber dari perkembangan teknologi, tekanan lingkungan eksternal, serta kebutuhan peningkatan efektivitas dan daya saing organisasi. Namun demikian, implementasi perubahan kerap menghadapi resistensi yang bersumber dari ketidakpastian, defisit komunikasi organisasi, serta rigiditas budaya organisasi. Oleh karena itu, strategi implementasi perubahan yang efektif mensyaratkan komunikasi strategis, partisipasi aktif anggota organisasi, penguatan budaya adaptif, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Dengan demikian, kepemimpinan perubahan berperan sentral dalam mengorkestrasi keberhasilan transformasi organisasi melalui integrasi antara gaya kepemimpinan yang tepat dan strategi implementasi yang sistemik.