Penelitian ini mengkaji pengelolaan program dakwah di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Medan dalam meningkatkan pemahaman agama anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengelola dalam melaksanakan program dakwah, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta mengukur efektivitas integrasi manajemen program dengan peningkatan kualitas ibadah anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan Ketua Pengurus panti asuhan sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan menggunakan teori manajemen POAC dari George R. Terry (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan), hasil penelitian menunjukkan bahwa program Tahfidz Al-Qur'an, Muhadarah, dan Wajib Baca Buku direncanakan dengan jadwal tetap dan target hafalan bertahap, diorganisasikan melalui sistem peer learning "kakak asuh", digerakkan melalui mekanisme reward-punishment dan sinergi lintas program, serta diawasi melalui sistem absensi berbasis pencapaian dan perlombaan. Keberhasilan program didukung oleh ideologi Al-Ma'un, struktur organisasi Aisyiyah, kepemimpinan yang visioner, kehadiran Ibu Asuh yang tinggal di panti, sistem donatur yang transparan, dan dukungan mahasiswa relawan, sementara pelaksanaannya terhambat oleh minimnya latar belakang agama anak, ketergantungan gawai, kompleksitas psikologis anak, keterbatasan pengasuh, dan keterbatasan dana. Integrasi program-program ini terbukti meningkatkan kualitas ibadah anak secara nyata, tercermin dari capaian lomba, meningkatnya minat baca, kekhusyukan sholat berjamaah, serta tumbuhnya keberanian berdakwah secara lisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan keempat fungsi manajemen secara terpadu dan konsisten sangat penting untuk menumbuhkan pemahaman agama yang sesungguhnya pada anak asuh.