This Author published in this journals
All Journal Menara Ilmu
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Persilangan Budaya Pariaman Dan Identitas Budaya Melayu Di Desa Rimbo Panjang Reski Ananda Saputra; Fitrahadi khaz
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JULI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i2.8391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan Kepala Desa Rimbo Panjang dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di tengah masyarakat multikultural, menganalisis pengaruh budaya Pariaman terhadap pembentukan kepemimpinan kepala desa, serta menganalisis implikasi dominasi budaya Pariaman terhadap kualitas tata kelola pemerintahan desa. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Desa Rimbo Panjang. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kepala Desa Rimbo Panjang telah menjalankan fungsi kepemimpinan sebagai penentu arah, wakil dan juru bicara organisasi, komunikator, mediator, dan integrator sebagaimana dikemukakan oleh Sondang P. Siagian, namun implementasinya belum sepenuhnya mencerminkan kepemimpinan yang inklusif dalam masyarakat multikultural. Budaya Pariaman memiliki pengaruh yang kuat terhadap pembentukan kepemimpinan kepala desa melalui modal sosial, jaringan kekerabatan, solidaritas kelompok, dan legitimasi politik yang berkembang secara berkelanjutan sejak berdirinya desa. Dominasi tersebut tidak hanya terlihat pada keberlanjutan kepemimpinan kepala desa dan struktur aparatur pemerintahan, tetapi juga pada berbagai aktivitas sosial, budaya, adat, dan keagamaan yang lebih banyak merepresentasikan tradisi Pariaman dibandingkan budaya Melayu maupun budaya etnis lainnya. Kondisi tersebut berimplikasi terhadap kualitas tata kelola pemerintahan desa, terutama pada aspek representasi politik, partisipasi masyarakat, keterbukaan, kesetaraan, dan penerapan prinsip-prinsip good governance. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian politik lokal mengenai hubungan budaya, kepemimpinan, modal sosial, dan kekuasaan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa pada masyarakat multikultural.Kata kunci:   kepemimpinan kepala desa, budaya Pariaman, budaya Melayu, politik lokal, tata kelola pemerintahan desa.