Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektifitas Terapi Infant Warmer terhadap Penanganan Hipotermi pada Bayi Baru Lahir dengan Sectio Caesarea di Ruangan NICU RSUD Kota Kotamobagu Nanda Zulfani; Ratna Roesardhyati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12683

Abstract

Latar Belakang: Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menangani hipotermi pada bayi baru lahir adalah penggunaan terapi infant warmer. Infant warmer merupakan alat penghangat bayi yang berfungsi menjaga kestabilan suhu tubuh neonatus melalui pemberian panas secara radiasi. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas terapi infant warmer terhadap penanganan hipotermi pada bayi baru lahir dengan sectio caesarea di Ruangan NICU RSUD Kota Kotamobagu. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah One-Group Pra-Post test Design. Penelitian ini dilaksanakan di Ruangan NICU RSUD Kota Kotamobagu dan dilaksanakan pada bulan Juni 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir dengan cara sectio caesarea yaitu berjumlah 35 bayi dan sampel menggunakan total sampling. Instumen yang digunakan adalah lembar observasi hasil pengukuran suhu badan dengan menggunakan termometer. Analisa data yang digunakan adalah paired t-test dengan tingkat kemaknaan 95% (α ≤ 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebelum pemberian terapi infant warmer rata-rata suhu tubuh bayi baru lahir dari 35,77°C, setelah pemberian terapi infant warmer rata-rata suhu tubuh bayi baru lahir dari 36,76°C. Hasil uji statistik paried t-test didapat P= 0,000 atau P < 0,05 maka Ha di terima Ho ditolak. Kesimpulan: hasil penelitian menunjukkan pemberian terapi infant warmer efektivitas terhadap penanganan hipotermi pada bayi baru lahir dengan sectio caesarea di Ruangan NICU RSUD Kota Kotamobagu. Saran: Bagi tenaga kesehatan agar dapat mengoptimalkan penggunaan infant warmer sebagai salah satu tindakan standar dalam pencegahan dan penanganan hipotermi pada bayi baru lahir, khususnya bayi yang lahir melalui Sectio Caesarea yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan suhu tubuh.