Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Modal Intelektual dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI dengan Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi Ijang Mulyana; Rizky Ridwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12722

Abstract

Penelitian ini berupaya menyelidiki dampak modal intelektual serta ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2022 dan 2024, dengan menggunakan profitabilitas sebagai pemoderasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan keuangan tahunan 46 perusahaan yang dipilih menggunakan purposive sampling, menghasilkan 120 observasi setelah menghilangkan outlier. Nilai perusahaan diproksikan melalui Tobin’s Q, modal intelektual diukur menggunakan VAIC (Value Added Intellectual Coefficient), ukuran perusahaan melalui logaritma natural total aset, dan profitabilitas melalui ROA (Return on Assets). Data dianalisis menggunakan IBM SPSS versi 27 untuk Analisis Regresi Moderasi atau MRA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal intelektual memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan memiliki dampak positif dan signifikan. Profitabilitas tidak terbukti mampu memoderasi baik pengaruh modal intelektual maupun ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa profitabilitas berfungsi sebagai predictor moderation, yakni lebih berperan sebagai variabel prediktor independen yang berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan dibandingkan sebagai variabel pemoderasi. Implikasinya, dalam konteks perusahaan manufaktur di Indonesia, sinyal yang tercermin dari ukuran perusahaan direspons oleh investor secara lebih positif dibandingkan sinyal yang berasal dari modal intelektual. Kebaruan penelitian ini adalah menyajikan profitabilitas sebagai variabel moderasi dalam konteks pertumbuhan PDB manufaktur yang tinggi diikuti oleh penurunan nilai perusahaan antara tahun 2022 sampai 2024.