Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pengalaman Auditor, Locus Of Control, Whistleblowing Terhadap Kemampuan Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan (Fraud) Satiya Fadil Mahesa; Haris Sarowoko
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12746

Abstract

Kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas audit dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap profesi auditor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman auditor, locus of control, dan whistleblowing terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik non-probability sampling melalui metode purposive sampling. Sampel penelitian terdiri atas 95 auditor yang bekerja pada KAP di Jakarta Selatan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman auditor, locus of control, dan whistleblowing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Di antara ketiga variabel tersebut, whistleblowing memberikan pengaruh paling besar. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengalaman auditor, penguatan locus of control internal, serta penerapan mekanisme whistleblowing yang efektif mampu meningkatkan kemampuan auditor dalam mengidentifikasi dan mengungkap indikasi kecurangan secara lebih akurat. Selain itu, penelitian ini memberikan gambaran mengenai pentingnya faktor individu dan mekanisme pelaporan dalam mendukung efektivitas proses audit. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi Kantor Akuntan Publik dalam meningkatkan kualitas audit dan efektivitas pencegahan fraud, serta menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian dengan menambahkan variabel lain yang relevan.