Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Kemitraan UMKM dalam Program Makan Bergizi Gratis Abdul Mugis Mugni Amin; Rina Madyasari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12775

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis model kemitraan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Sukamanah Kabupaten Tasikmalaya, mengidentifikasi tingkat keterlibatan UMKM lokal, mengkaji faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan model kemitraan yang dapat memperkuat partisipasi pelaku usaha daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengelola SPPG Sukamanah dan pelaku UMKM yang menjadi pemasok beras, sayuran, tahu dan tempe, buah-buahan, ayam, serta telur. Informan dipilih secara purposif hingga data mencapai kejenuhan. Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, kemudian diperkuat menggunakan NVivo 15 melalui proses pengodean, word frequency query, project map, dan framework matrices. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan UMKM lokal telah berjalan melalui penyediaan berbagai bahan pangan, namun belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan kapasitas produksi, modal, pemenuhan standar mutu, fluktuasi harga, kondisi cuaca, dan kontinuitas pasokan. Kemitraan yang berlangsung bersifat operasional dan saling menguntungkan, didukung oleh kepastian pasar, komunikasi, permintaan berkelanjutan, serta kedekatan lokasi. Penelitian merekomendasikan model kemitraan kolaboratif yang mengintegrasikan pembagian peran, pengembangan kapasitas pemasok, standardisasi mutu, kepastian mekanisme pembayaran, pengelolaan risiko, dan evaluasi kinerja secara berkala. Model tersebut diharapkan meningkatkan keterlibatan UMKM lokal, menjaga keandalan rantai pasok SPPG, dan memperluas dampak ekonomi Program MBG di daerah.