Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Wawasan Global Warga Negara Muda di Era Generasi Z Tedy Tri Raharjo; Cucu Raharjo; Indah Nurlaelah; Raden Salamun Adiningrat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12798

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak fundamental yang melekat pada setiap individu sejak lahir dan menjadi landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di Indonesia, perlindungan dan penghormatan terhadap HAM tidak hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi juga seluruh warga negara melalui penguatan nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara yang memahami, menghargai, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam memperkuat kesadaran HAM sebagai upaya membangun budaya demokrasi, toleransi, dan tanggung jawab warga negara di Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap berbagai jurnal ilmiah yang membahas HAM, Pendidikan Kewarganegaraan, demokrasi, serta pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi sebagai media internalisasi nilai-nilai konstitusi, demokrasi, dan penghormatan terhadap keberagaman sehingga mampu membentuk karakter warga negara yang kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab. Di era digital, penguatan pendidikan HAM menjadi semakin penting untuk menghadapi tantangan seperti intoleransi, penyebaran ujaran kebencian, disinformasi, serta rendahnya literasi kewarganegaraan. Oleh karena itu, implementasi pembelajaran PKn yang kontekstual, partisipatif, dan berbasis nilai menjadi strategi yang efektif dalam membangun budaya demokrasi serta meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sekaligus memperkuat kesadaran hukum, etika publik, serta partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan demokratis yang berkelanjutan.