Piping merupakan sistem perpipaan yang digunakan untuk mengalirkan fluida dari satu proses ke proses lainnya. Jenis piping yang diteliti adalah Sulfuric Acid Piping, yaitu sistem perpipaan yang digunakan untuk menyalurkan fluida sulfuric acid (H₂SO₄) pada area proses dan distribusi. Fluida sulfuric acid yang mengalir pada sistem perpipaan memiliki sifat sangat korosif sehingga dapat menyebabkan degradasi material, penipisan dinding pipa, serta kerusakan lokal yang berpotensi mengakibatkan kebocoran. Kegagalan sistem perpipaan dapat menimbulkan dampak yang merugikan terhadap keselamatan kerja, lingkungan, keandalan operasi, dan biaya perawatan. Oleh karena itu, peralatan bertekanan seperti piping memerlukan program inspeksi yang efektif untuk menjaga integritas dan keandalannya. Risk Based Inspection (RBI) merupakan metode yang digunakan untuk menentukan rencana inspeksi berdasarkan tingkat risiko kegagalan peralatan. Metode RBI yang digunakan dalam penelitian ini adalah RBI Semi-Kuantitatif berdasarkan standar API 581. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko, estimasi interval inspeksi, dan metode inspeksi yang sesuai pada sistem perpipaan sulfuric acid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 line piping sulfuric acid, terdapat 22% pipa dengan tingkat risiko moderate dan 78% pipa dengan tingkat risiko moderate to high. Tingkat risiko tersebut dipengaruhi oleh kondisi operasi, lingkungan, serta mekanisme kerusakan yang terjadi pada sistem perpipaan. Estimasi interval inspeksi direkomendasikan tidak melebihi setengah dari remaining life pipa untuk memastikan integritas dan keandalan operasi tetap terjaga. Berdasarkan hasil analisis RBI, mekanisme kerusakan dominan yang teridentifikasi adalah hydrogen grooving, sehingga metode inspeksi yang direkomendasikan untuk mendeteksi dan memantau kerusakan tersebut adalah Long Range Ultrasonic Testing (LRUT) dan Ultrasonic Testing (UT) konvensional.