Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Manajemen untuk Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pada Sektor Pariwisata di Lubang Jepang Kota Bukittinggi Mitra Hindayani; Baginda Persaulian
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12879

Abstract

Manajemen pengelolaan objek wisata merupakan aspek penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi potensi sektor pariwisata. Pengelolaan yang dilaksanakan secara efektif melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan mampu meningkatkan kualitas destinasi, jumlah kunjungan wisatawan, serta penerimaan daerah. Objek Wisata Lubang Jepang sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Bukittinggi memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi terhadap PAD, sehingga diperlukan pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengelolaan Objek Wisata Lubang Jepang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bukittinggi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi pengelolaannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Objek Wisata Lubang Jepang telah menerapkan fungsi manajemen George R. Terry yang meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling. Penerapan fungsi tersebut diwujudkan melalui penyusunan program kerja, pembagian tugas organisasi, pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan fasilitas, serta monitoring dan evaluasi secara berkala. Optimalisasi pengelolaan didukung oleh lokasi yang strategis, nilai sejarah yang tinggi, dukungan pemerintah daerah, dan tingginya minat wisatawan. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, kerusakan sarana dan prasarana, fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan, serta persaingan dengan destinasi wisata lainnya. Penerapan fungsi manajemen yang efektif berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pengelolaan destinasi sehingga mampu mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bukittinggi melalui sektor pariwisata.