Revalia Sri Damayanti
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Guru Sekolah Dasar dalam Pengembangan Media Interaktif Berbasis Augmented Reality untuk Pembelajaran Pendidikan Pancasila Prince Clinton Immanuel Christian Damanik; Otib Satibi Hidayat; Feri Dwi Jayanti; Devita Marlina Venessa; Neddyana Pahlawaty; Langit Anggra Yusephia Putri; Prabawati Kusumaningtyas; Revalia Sri Damayanti
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v4i1.232

Abstract

Rendahnya kapasitas pedagogis digital guru sekolah dasar dalam merancang media pembelajaran interaktif menyebabkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran masih bersifat presentasional, belum terintegrasi dengan penguatan literasi digital maupun nilai kewarganegaraan global bagi peserta didik generasi Alpha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kesiapan guru Sekolah Dasar dalam merancang media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR) pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Kegiatan dilaksanakan di SDN Bantar Gebang III, Kota Bekasi, melibatkan 17 guru melalui empat tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Persepsi dan kesiapan guru diukur menggunakan kuesioner pada empat dimensi, yaitu Kebutuhan Pembelajaran, Media, Konten, dan Penerapan. Instrumen diisi satu kali pada akhir kegiatan dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan rata-rata skor gabungan 3,44 dari skala maksimal 4 dengan kategori tinggi pada seluruh dimensi, mengindikasikan persepsi dan kesiapan guru yang positif terhadap pemanfaatan AR dalam pembelajaran. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan kapasitas pedagogis digital guru, sekaligus membuka peluang penguatan literasi digital dan kewarganegaraan global peserta didik pada tahap pendampingan lanjutan.