Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DINAMIKA EKOSISTEM SEBAYA DAN DETERMINASI MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: STUDI EMPIRIS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS: Konformitas Sosial, Iklim Kelas, dan Implikasinya terhadap Spiritualitas Belajar Siswa Wawan Rizwannudin; Apid Hapidudin; Andriyansyah; Siti Rahma Kamila
TAZKIYAH Vol. 8 No. 1 (2026): Tazkiyah: Jurnal Ilmiah Lintas Kajian
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika lingkungan teman sebaya, strategi peningkatan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI), serta menguji secara empiris pengaruh lingkungan teman sebaya terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas X SMA Ibnu Hajar Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X yang berjumlah 173 siswa, dengan sampel sebanyak 64 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling berdasarkan kalkulasi rumus Slovin (margin error 10%). Pengumpulan data dilakukan melalui angket terstruktur berpola Skala Likert 5 poin yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha X = 0,818; Y = 0,861), serta didukung oleh studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji korelasi Product Moment Pearson, uji signifikansi (uji-t), dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator lingkungan teman sebaya berada pada kriteria baik (mean = 80,09; SD = 7,42) dan motivasi belajar PAI berada pada kriteria baik (mean = 81,41; SD = 7,35). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r_xy sebesar 0,591 yang berada pada kategori hubungan sedang/cukup kuat. Hasil uji signifikansi menghasilkan t_hitung sebesar 5,769 yang secara signifikan lebih besar daripada t_tabel sebesar 1,999 pada taraf signifikansi 5% (df = 62), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa lingkungan teman sebaya memberikan kontribusi determinatif sebesar 34,9% terhadap motivasi belajar PAI siswa, sedangkan 65,1% sisanya dipengaruhi oleh variabel eksternal lain. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya rekayasa iklim sosial sekolah dan optimalisasi kelompok belajar sebaya bernuansa islami untuk memperkuat motivasi belajar PAI di kalangan remaja.