Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANHAJ AMALIYAH ASWAJA AN-NAHDHIYAH: INTERNALISASI TRADISI DAN KONSTRUKSI KARAKTER RELIGIUS KADER PMII STAI AL-AULIA BOGOR Ahmad Gozali; E. Madyunus; Muhamad Yusup Maulana
TAZKIYAH Vol. 8 No. 1 (2026): Tazkiyah: Jurnal Ilmiah Lintas Kajian
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai organisasi mahasiswa yang menjadikan Aswaja tidak hanya sebagai doktrin teologis melainkan juga sebagai paradigma berpikir dan bertindak (manhaj al-fikr wa al-harakah), PMII bertanggung jawab membentuk karakter religius kader melalui rutinitas amaliyah tradisi Nahdliyin. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi amaliyah Aswaja An-Nahdhiyah—meliputi tahlil, tawassul, ziarah kubur, peringatan Maulid Nabi, dan amar ma’ruf nahyi munkar—dalam membentuk karakter religius kader serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap pengurus dan kader, serta studi dokumentasi. Analisis data menerapkan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, dengan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amaliyah Aswaja An-Nahdhiyah diimplementasikan secara rutin dan terstruktur sebagai media habituasi dan internalisasi spiritual. Praktik ini terbukti secara signifikan mengonstruksi lima dimensi karakter religius kader, yaitu ketaatan beribadah, sikap tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan ta’adul (adil). Faktor pendukung utama terdiri atas kesadaran kolektif pengurus, tradisi kultur pesantren yang melekat, dan keberadaan program kerja keagamaan rutin. Sementara faktor penghambat meliputi fragmentasi latar belakang kader, kesibukan akademik dan pekerjaan, serta keterbatasan manajemen waktu. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya mempertahankan amaliyah keagamaan berbasis kearifan tradisi sebagai benteng moril dan intelektual kader di era modernisasi.