Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBINAAN KEDISIPLINAN MELALUI PENDEKATAN POLA ASUH ORANG TUA E. Madyunus
TAZKIYAH Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.161 KB)

Abstract

Kedisiplinan anak harus dibina sejak dini, jika kedisiplinan anak diusahakan setelah anak besar dan dewasa, kedisiplinan itu akan menjadi tidak utuh. Kunci kedisiplinan anak sebenarnya ada di tangan orang tua. Untuk menjadi anal yang disiplin, anak membutuhkan bimbingan dan arahan dari keluarga khususnya pola asuh orang tua serta lingkungan sekitarnya, agar dapat mencapai otonomi atas diri sendiri. Kedisiplinan pada anak berawal dari keluarga serta dipengaruhi oleh pola asuh orang tua didalam keluarga, orang tualah yang berperan dalam mengasuh, membimbing, membantu dan mengarahkan anak untuk menjadi disiplin. Meski dunia pendidikan atau sekolah juga juga turut berperan dalam membina kedisiplinan, pola asuh orang tua tetap merupakan pilar utama dan pertama dalam membentuk anak untuk disiplin. Orang tua mana yang tidak mau leihat anaknya tumbuh menjadi anak mandiri. Tampaknya memang itulah salah satu tujuan yang ingin dicapai orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Disiplin merupakan aspek utama pada pendidikan yang diemban oleh guru di sekolah. Karena mereka bertanggung jawab secara kodrati dalam meletakkan dasar-dasar dan pondasinya kepada siswa. Disiplin adalah salah satu cara untuk meraih suatu keberhasilan atau kesuksesan. Semua individu meyakini bahwa setiap siswa pasti ingin meraih keberhasilan. Disiplin merupakan salah satu faktor yang harus dilaksanakan untuk keberhasilan siswa dalam belajar.. . Kata kunci: Kedisiplinan, Pola asuh orang tua
AKTUALISASI ISLAMIC PARENTING DALAM PENDIDIKAN ISLAM SEBUAH ANALISIS TAFSIR Q.S. LUQMAN/31: 12-14 E. Madyunus
TAZKIYAH Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.951 KB)

Abstract

Parenting adalah metode yang tepat bagi orang tua dalam pembentukan karakter anak. Parenting disini bukan hanya sekedar mengasuh anak, namun orang tua harus mendidik, membimbing dan melindungi setiap perkembangan anak. Parenting educarion sendiri memiliki pengertian yaitu program pendidikan pengasuhan yang dilakukan oleh lembaga untuk meningkatkan kualitas kepengasuhan dan tercapainya visi-misi. Manfaat yang diperoleh dari parenting education yaitu menambah wawasan dan pengetahuan orang tua dalam hal pengasuhan anak sesuai dengan usia, karakter dan perkembangannya. Al-Qur’an sebagai dasar pokok pendidikan Islam di dalamnya terkandung sumber nilai yang absolut, eksistensinya tidak mengalami penyesuaian sesuai dengan konteks zaman, keadaan dan tempat. Surat Luqman adalah salah-satu surat al- Qur’an yang secara keseluruhan (umum) di dalamnya terangkum aktivitas pendidikan seperti penyadaran fi al-din, menumbuhkan, mengelola dan membentuk wawasan (fikrah), akhlak dan sikap Islam, menggerakkan dan menyadarkan manusia untuk beramal shalih, berdakwah (berjuang) dalam rangka memenuhi tugas kekhalifahan dalam rangka beribadah kepada Allah. Teknologi yang semakin canggih dan akses informasi yang semakin mudah, sedikit banyak telah mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Akibatnya, fenomena dimasyarakat kita saat ini terhiasi dengan kian maraknya tawuran antar pelajar, perilaku remaja yang menyimpang, seks bebas dan masih banyak lagi kejadian yang jauh dari nilai-nilai karakter Islami.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT MUHAMMAD ABDUH E. Madyunus
DIDAKTIKA AULIA Vol. 1 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.449 KB)

Abstract

Pemikiran pembaharuan pendidikan menurut Muhammad Abduh, baik pada aspek kurikulumnya, metode pengajarannya, sistem managerialnya perlu dimodernisasi. Hal demikian dikarenakan pendidikan Islam yang hanya berorientasi pada aspek dogmatis-tekstual-ritualistik yang sama sekali jauh dari kemungkinan perubahan yang bersifat ijtihadi sebagaimana yang dianjurkannya. Sehingga pendidikan Islam mengalami stagnasi intelektual selama ratusan tahun akibat sakralitas terhadap kitab-kitab klasik warisan ulama-ulama terdahulu. Karenanya pembaharuan metode dan pendekatan terhadap keilmuan – menurut Muhammad Abduh – mau tidak mau menjadi sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Dan pemikiran seperti itu sudah pernah dikemukakannya, ketika Abduh melihat anomali-anomali pendidikan di Universitas Al-Azhar. Sejalan dengan itu, mengenai soal pendidikan, Abduh menyerukan pembaharuan sistem pendidikan di Mesir. Ia menyorot adanya dualisme pendidikan di Mesir, yakni pendidikan madrasah yang ada sejak dulu, dan adanya pendidikan modern yang berasal dari Barat. Ia menyerukan agar Universitas Al-Azhar juga membuka jurusan ilmu-ilmu pengetahuan umum, sebaliknya pada lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah militer, kedokteran, dan Teknik. Tulisan ini secara komprehensif ingin menyajikan pemikiran pembaruan Muhammad Abduh tentang Pendidikan Islam.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM E. Madyunus; Teti Apriyanti; Fachturrahmah Nur Antika
DIDAKTIKA AULIA Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensitas penggunaan smartphone adalah tingkat keseringan seseorang dalam menggunakannya untuk memenuhi aktivitas kesehariannya agar lebih fleksibel, efesien dan berkualitas yang tentunya penggunaan smartphone mempunyai dampak positif bagi manusia namun dapat berdampak negatif jika tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. penelitian yang digunakan adalah metode statistik deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket atau kuesioner, yakni teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden. Dengan subjek penelitian siswa SMP Pelita kelas VIII yang berjumlah 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intensitas Penggunaan Smartphone memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas VIII SMP Pelita. Hasil analisis korelasi product moment yang menunjukkan hasil sebesar 0,425. Dengan pengujian hipotesis melaui uji t yakni 2,910. Jika dikonsultasikan dengan tabe; t signifikansi dengan df=38 maka diperoleh t tabel sebesar 1,686. Selain itu, kontribusi intensitas penggunaan smartphone terhadap hasil belajar pendidikan agama islam siswa kelas VIII SMP Pelita menunjukkan KD=18%. Dengan demikian terdapat pengaruh yang cukup signifikan dari Intensitas Penggunaan Smartphone Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VIII SMP Pelita.
PENGARUH PROFESIONAL GURU PAI TERHADAP HASIL BELAJAR: Studi Kasus di SMP Gema Akbar Sentosa Cibungbulang Bogor Irawati; E. Madyunus; Jatnika Wijaya
DIDAKTIKA AULIA Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnla Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesional guru PAI terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Juni 2023 di SMP Gema Akbar Sentosa Cibungbulang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dengan bentuk skala litert. Sedangkan teknik korelasi yang digunakan adalah product moment. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi profesional guru PAI dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa rhitung sebesar 0,685 dan termasuk kategori kuat (nilai rhitung pada rentang 0,60 - 0,799) dengan KD sebesar 46,92% dan thitung dengan perolehan nilai 5,318. Dengan demikian terdapat pengaruh yang kuat dan signifikan antara kompetensi profesional guru PAI terhadap hasil belajar siswa kelas IX-3 di SMP Gema Akbar Sentosa Cibungbulang, dan kompetensi profesional guru PAI memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX-3 SMP Gema Akbar Sentosa.
PENINGKATAN KESADARAN PENDIDIKAN FORMAL BAGI GENERASI MUDA DI KAMPUNG NANGELA DESA PABANGBON KECAMATAN LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR E. Madyunus; Ahmad Faqihudin; Apid Hapidudin; Ahmad Faiz; Aprilliani Wijaya; Muhammad Andri; Muhammad Faiz; Muhammad Ikbal Maulana; Muhammad Jendi; Nyai Kulsum; Ririz Khoerul; Selvi Soviana; Siti Nurkholisoh
TAZKIYAH Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Lintas Kajian
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat Kp. Nangela Desa Pabangbon tentang pentingnya pendidikan formal. Dari hasil analisis data bahwa: 1) penyebab rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan di Kampung Nangela Desa Pabangbon Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, dan faktor apakah yang mempengaruhi kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan di Kampung Nangela Desa Pabangbon Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria anak yang menerima bantuan pendidikan gratis, dan orang tua anak yang menerima pendidikan gratis di Kampung Nangela Desa Pabangbon Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penyebab rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan di Kampung Nangela Desa Pabangbon Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor adalah kurangnya pemahaman akan pendidikan, rendahnya tingkat pendidikan orangtua dan kurangnya minat belajar pada anak. 2) Faktor yang mempengaruhi kurangnya kesadaran seseorang akan pentingnya pendidikan yakni, faktor kesadaran anak itu sendiri, faktor ekonomi mempengaruhi kelangsungan pendidikan anak usia sekolah yang sudah harus bekerja (eksploitasiekonomi), faktor budaya patriarki yang masih sangat kuat melekat pada masyarakat di Kampung Nangela Desa Pabangbon Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Dan factor jarak tempuh yang harus dilalui oleh anak