This Author published in this journals
All Journal JUILMU
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teologi Keselamatan dan Dekonstruksi Permbudakan Modern: Menegakkan Martabat Manusia Otieli Harefa; Herbin Simanjuntak; Saro Parlindungan Tampubolon
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v3i2.245-257

Abstract

Perbudakan modern dalam bentuk perdagangan manusia, kerja paksa, pernikahan paksa, dan perbudakan seksual masih berlangsung meskipun telah dilarang secara hukum. Fenomena ini menunjukkan adanya legitimasi ekonomi, budaya, bahkan religius yang memperpanjang sistem penindasan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis teologi keselamatan dalam perspektif Kristen sebagai paradigma pembebasan yang mampu mendekonstruksi sistem perbudakan modern sekaligus menegakkan martabat manusia sebagai imago Dei. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengkaji literatur teologi biblika, soteriologi, dan studi sosial tentang perbudakan modern. Analisis dilakukan melalui pendekatan dekonstruktif untuk membongkar narasi penopang praktik penindasan sekaligus menafsir ulang konsep keselamatan berdasarkan karya penebusan Kristus melalui istilah biblika Yasha dan Sozo. Hasil kajian ini menegaskan bahwa teologi keselamatan tidak hanya bersifat rohani-individual, tetapi juga kritis-transformatif, berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih menekankan aspek moral atau etis. Implikasi teoretisnya, soteriologi dipahami sebagai paradigma dekonstruktif terhadap sistem penindasan; sedangkan secara praktis, gereja dipanggil menjadi agen pembebasan melalui advokasi, pendidikan jemaat, kampanye sosial, dan pendampingan korban. Kesimpulannya, bahwa teologi keselamatan merupakan kerangka kritis dan transformatif yang tidak hanya memulihkan relasi manusia dengan Allah, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial dan menegakkan martabat manusia di tengah perbudakan modern.