Jein A. Bioto
Program Studi Magister Manajemen, Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Manajemen Penanganan Stunting di Kabupaten Bone Bolango (Studi Kasus Kecamatan Tapa, Kecamatan Suwawa Selatan, dan Kecamatan Tilongkabila) Jein A. Bioto; Arifin Tahir; Sudarsono Sudarsono
Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Vol 4 No 03 (2026): Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jekws.v4i03.3817

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak secara jangka panjang, dan hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kabupaten Bone Bolango, khususnya Kecamatan Tapa, Kecamatan Suwawa Selatan, dan Kecamatan Tilongkabila, masih menghadapi kasus stunting yang tinggi dan bersifat persisten pada periode 2024–2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen penanganan stunting melalui pendekatan Planning, Organizing, Actuating, Controlling, dan Evaluating (POACE) pada tiga puskesmas tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilannya. Penelitian menggunakan desain kualitatif studi kasus multi holistik dengan melibatkan 28 informan dari lima tingkatan organisasi, meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten, puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan/PKK, tokoh masyarakat, serta keluarga sasaran. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program telah berbasis data stunting namun belum sepenuhnya melibatkan lintas sektor secara konsisten dan belum menetapkan target terukur; pelaksanaan program berjalan tidak merata antarpuskesmas, dengan Puskesmas Suwawa Selatan mengakui pelaksanaan intervensi belum optimal; pengawasan telah berjalan melalui monitoring rutin dan supervisi lapangan namun integrasi pelaporan digital dari posyandu ke puskesmas dan kabupaten masih terbatas; serta evaluasi dilakukan secara berkala tetapi hasilnya belum optimal dimanfaatkan sebagai dasar perbaikan program secara sistematis. Faktor penentu keberhasilan meliputi kesenjangan kondisi sumber daya antarpuskesmas, peran aktif tenaga kesehatan dan kader, partisipasi masyarakat yang belum sepenuhnya konsisten, serta kondisi sosial ekonomi dan budaya keluarga. Penguatan koordinasi lintas sektor, pemerataan sumber daya, integrasi sistem pelaporan digital, serta peningkatan kapasitas kader menjadi rekomendasi utama untuk meningkatkan efektivitas manajemen penanganan stunting di Kabupaten Bone Bolango.