Kualitas pembelajaran abad ke-21 sangat bergantung pada kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam proses pembelajaran. Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo telah menyelenggarakan program pelatihan TIK bagi guru, namun efektivitasnya belum dievaluasi secara komprehensif dan terukur. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program pelatihan TIK dalam meningkatkan kompetensi digital guru pada tiga indikator, yaitu Pengetahuan, Keterampilan, dan Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest terhadap 120 guru jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kecamatan Tilamuta, Botumoito, dan Dulupi, Kabupaten Boalemo, yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert 5 poin (15 butir) yang telah teruji reliabel (Cronbach's Alpha 0,958-0,984). Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data selisih (gain score) tidak berdistribusi normal pada ketiga indikator, sehingga uji beda dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan Derajat Pencapaian (DP) yang signifikan pada ketiga indikator: Pengetahuan dari 70,1% menjadi 81,5% (p = 0,000), Keterampilan dari 69,9% menjadi 81,0% (p = 0,000), dan Pemanfaatan Teknologi dari 70,8% menjadi 81,5% (p = 0,000). Ketiga hipotesis penelitian (H1, H2, H3) diterima, yang membuktikan bahwa program pelatihan TIK efektif meningkatkan kompetensi digital guru secara menyeluruh, meskipun capaian akhir masih berada pada kategori Baik dan belum mencapai kategori Sangat Baik sehingga diperlukan pendampingan pascapelatihan yang berkelanjutan.