Latar Belakang: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun di era pascapandemi menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kualitas layanan. Di Kota Padang, sebagian besar UMKM masih dikelola secara tradisional, sehingga mengalami kendala dalam manajemen tenaga kerja dan pelayanan pelanggan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi model semi-inkubasi berbasis vokasi dalam meningkatkan kapasitas UMKM melalui integrasi pengembangan human capital dan layanan berbasis hospitality.Metode: Program dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan media, dengan melibatkan 60 pelaku UMKM. Intervensi dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi, menggunakan metode pelatihan partisipatif berbasis pengalaman (experiential learning). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta penilaian berbasis tugas.Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 35%. Peserta mampu merancang pelatihan internal, melakukan evaluasi kinerja, dan menerapkan prinsip pelayanan prima. Selain itu, program mendorong terbentuknya jejaring UMKM serta peningkatan kualitas layanan dan promosi digital. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model semi-inkubasi berbasis vokasi sebagai pendekatan yang fleksibel dan kontekstual dalam meningkatkan daya saing UMKM. Secara praktis, model ini dapat direplikasi untuk memperkuat pengembangan SDM dan kualitas layanan, sekaligus menegaskan peran institusi vokasi dalam pemberdayaan ekonomi lokal.